Selasa, 26 Mei 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Selebaran Kampanye Negatif Disebar di Masjid, Cagub Banten Wahidin: Ini Cara-Cara Komunis

Minggu, 05 Feb 2017 | 19:55 WIB Dibaca: 1124 Pengunjung

Calon Gubernur Banten Wahidin Halim berorasi dalam kampanye akbar di Lapangan Mandala, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (5/2/2017).*

LEBAK, [NEWSmedia] - Calon Gubernur Banten Wahidin Halim angkat bicara soal selebaran kampanye negatif tentang dirinya yang beredar di masyarakat. Media berbentuk buku itu diedarkan di Masjid Al-Muhajirin Perumahan Buana Permai, Cipondoh, Kota Tangerang saat jemaah akan menunaikan ibadah salat, Jumat, (3/2/2017).

“Sekali lagi, saya mengingatkan bahwa di Tangerang ditemukan brosur yang melanggar ketentuan. Ini cara-cara komunis. Cara agitasi, cara tidak sehat untuk menghalau WH-Andika. Kita harus lawan komunis,” kata Wahidin saat kampanye akbar di Lapangan Mandala Rangkasbitung, Lebak, Minggu, (5/2/2017).

Wahidin juga mengingatkan pendukungnya agar waspada terhadap serangan kampanye hitam menjelang hari pemilihan, 15 Februari mendatang. Ia juga meminta masyarakat menolak politik uang.

“Kita jangan mau disuap, disogok. Uang tidak cukup untuk kita, tapi program untuk kita kesehatan gratis untuk rakyat Banten,” ujar Mantan Wali Kota Tangerang ini.

Selain itu, Wahidin yang berpasangan dengan Andika Hazrumy ini juga meminta masyarakat Banten untuk memilih pemimpin yang jujur dan benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Mereka mengaku-ngaku membangun jalan-jalan provinsi ,itu bohong, karena yang bangun sesungguhnya adalah pemerintah kabupaten dan kota juga pemerintah pusat. Mereka juga bilang (karea jalan dibangun oleh pemerintah provinsi-red), perjalanan dari Serang ke Bayah 2 jam, jangan percaya. Jangan pilih pemimpin yang nanti membohongi rakyatnya," tuturnya.

Berita terkait:

Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy juga mengatakan selebaran berisi materi negatif tentang Wahidin Halim dan dirinya yang disebar ke masjid adalah contoh buruk pendidikan politik di masyarakat. Ia menilai itu sebagai bentuk adu domba yang tidak pantas dilakukan dalam kontestasi demokrasi.

“Sekarang kita berikan pendidikan yang baik, dengan cara yang baik kepada rakyat. Kalau dengan cara memfitnah, mengadu domba, menghina itu kan kita memberikan pendidikan politik yang tidak baik,” kata Andika. [vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Selebaran Kampanye Negatif Disebar di Masjid, Cagub Banten Wahidin: Ini Cara-Cara Komunis
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top