Minggu, 20 September 2020 |
News Room - Pemerintahan

Sebagian PAD Provinsi Banten Disokong dari Pajak Rokok

Jumat, 07 Jul 2017 | 18:16 WIB Dibaca: 835 Pengunjung

Gubernur Banten, Wahidin Halim saat menyampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Banten 2016, di Aula DPRD Banten, Jumat (7/7/2017)

SERANG, [NEWSmedia] - Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Banten tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banten, Jum’at (7/7/2017).

Dalam laporannya, Gubernur mennyebutkan bahwa realisasi pendapatan daerah Provinsi Banten tahun 2016 mencapai Rp8,6 Triliun atau 2,14 persen lebih tinggi dibandingkan target yang hanya Rp8,4 Triliun. Capaian baik juga diperoleh dari PAD  Provinsi Banten yang berjumlah Rp5,4 Triliun atau selisih 2,50 persen lebih baik dari target sebesar Rp5,3 Triliun.

Selain dari PAD, pendapatan daerah Provinsi Banten juga disokong oleh bagi hasil pajak rokok dan akumulasi bagi hasil lain yang mencapai Rp148,8 Miliar.

"148,8 Miliar merupakan utang belanja transfer dari alokasi bagi hasil pajak rokok Oktober-November 2016, alokasi bagi hasil pajak daerah bulan Desember 2016 dan pelampauan target bagi hasil pajak daerah tahun 2016," kata Wahidin.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Opar Sohari menjelaskan, pendapatan daerah dari rokok tersebut merupakan bagi hasil dari pajak rokok nasional.

"Kita (Banten-red) dapat pembagian 30 persen dari pajak rokok yang beredar di Banten dan 70 Persen kita bagi ke Kabupaten Kota," pungkasnya. [Ahi]

Penulis: Ahi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Sebagian PAD Provinsi Banten Disokong dari Pajak Rokok
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top