Minggu, 01 November 2020 |
News Room

SBY Ceritakan Kembali Latar Belakang Pembentukan TPF Munir

Rabu, 26 Okt 2016 | 08:06 WIB Dibaca: 1086 Pengunjung

Susilo Bambang Yudhoyono.*

BOGOR, [NEWSmedia] - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, membeberkan kembali latar belakang pembentukan dan tugas Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir. Hal itu sebagai jawaban SBY atas polemik isu hilangnya dokumen laporan TPF.

Dasar pembentukan TPF disampaikan mantan Sekretaris Kabinet sekaligus mantan Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi. TPF dibentuk untuk melakukan investigasi kasus Munir yang meninggal pada 7 September 2004, saat berada di dalam pesawat Garuda dalam perjalanan menuju Amsterdam.

Pada pertengahan November 2004, pemerintahan Presiden SBY yang baru berusia tiga minggu, mendapat desakan dari keluarga almarhum serta kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk melakukan investigasi, karena ada informasi dari Belanda bahwa Munir meninggal dunia akibat racun arsenik dengan jumlah dosis yang tinggi. Sesuai dengan tugas dan kewajibannya, pada 18 November 2004, Mabes Polri memberangkatkan tim penyidik termasuk ahli forensik dan Koordinator KontraS Usman Hamid ke Belanda guna mendapatkan dokumen autentik dan hasil autopsi.

“Presiden SBY saat itu mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah akan melakukan penegakan hukum atas meninggalnya Munir. Pada akhir November 2004 Imparsial dan KontraS menyerahkan draf usulan pembentukan tim pencari fakta independen kepada juru bicara kepresidenan,” kata Sudi di Puri Cikeas, Bogor, Selasa (25/10/2016).

Setelah dilakukan pembahasan, pada 22 Desember 2004, Presiden SBY menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 111 Tahun 2004 tentang Pembentukan TPF Kasus Munir. Tim TPF terdiri atas unsur Polri, Kejaksaan Agung, Departemen Luar Negeri, dan LSM.

“Dalam Keppres tersebut memutuskan bahwa TPF membantu Polri dalam melakukan penyelidikan secara bebas, cermat, adil, dan tuntas terhadap kasus meninggalnya Munir. TPF melaksanakan tugasnya dalam waktu tiga bulan dan dapat diperpanjang selama tiga bulan berikutnya dan memang akhirnya diperpanjang hingga 23 Juni 2005. Lalu hasil penyelidikan TPF diberlakukan pro-justisia sehingga tindak lanjutnya hanya oleh para penegak hukum,” tegas Sudi.

Selanjutnya, rekomendasi TPF Munir yakni pertama rekomendasi kepada Presiden RI untuk meneruskan komitmen dalam pengungkapan kasus pembunuhan Munir secara tuntas hingga mencapai keadilan hukum. Untuk itu, perlu dibentuk sebuah tim baru dengan mandat dan kewenangan yang lebih kuat.

Kedua, TPF merekomendasikan kepada Presiden RI untuk memerintahkan Kapolri melakukan audit atas keseluruhan kinerja tim penyidik kasus meninggalnya Munir. Ketiga, TPF juga merekomendasikan kepada Presiden RI memerintahkan Kapolri untuk menyelidiki lebih mendalam kemungkinan peran Indra Setiawan, Ramelga Anwar, AM Hendropriyono, Muchdi PR, dan Bambang Irawan atas dugaan permufakatan jahat dalam pembunuhan berencana terhadap Munir. [04]

Penulis: Okz
Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

SBY Ceritakan Kembali Latar Belakang Pembentukan TPF Munir
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top