Selasa, 25 September 2018 |
Pariwisata - News Adv

Sambut Seba Baduy, Dispar Banten Gelar Festival ‘Exciting Banten on Seba Baduy’

Jumat, 20 Apr 2018 | 19:38 WIB Dibaca: 136 Pengunjung

Kemeriahan dalam Festival ‘Exciting Banten on Seba Baduy’ yang digelar di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat, (20/4/2018). (Foto: Istimewa)

BANTEN, [NEWSmedia] - Perhelatan adat dan budaya Seba Baduy mulai berlangsung hari ini, Jumat (20/4/2018) sampai Minggu 22 April 208. Dalam perhelatan ini, ada sekitar 1.500 warga Baduy turun gunung untuk memulai ritual seba baduy.

Dalam Seba Baduy ini, warga ‘Baduy Dalam’ maupun ‘Baduy Luar’ akan berjalan dari Kabupaten Lebak menuju Pendopo Gubernur Banten di Kota Serang, dengan membawa hasil bumi dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten sebagai leading sector pariwisata di Banten menjadikan Seba Baduy sebagai momen untuk mempromosikan wisata daerah, yaitu dengan menggelar Festival ‘Exciting Banten on Seba Baduy’ yang digelar di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat, (20/4/2018).

Festival ‘Exciting Banten on Seba Baduy’ ini menampilkan berbagai potensi wisata di Banten, mulai dari wisata alam, sejarah, dan budaya yang dikemas dalam bentuk  paket lengkap bagi wisatawan.

Untuk mendukung geliat industri kreatif di Banten, ‘Festival Exciting Banten on Seba Baduy’ memamerkan potensi industri kreatif lokal, mulai dari bidang fashion hingga kuliner. Salah satu di antaranya pameran kerajinan tenun dari Baduy.

“Potensi pariwisata Provinsi Banten sangat lah besar. Mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, dan wisata budaya. Perhelatan adat Seba Baduy bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk mengenal Banten,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.

Banten juga bisa menjadi tujuan wisata, dengan banyaknya destinasi menarik dan indah. Di Lebak Selatan misalnya, terdapat destinasi wisata pantai yang membentang dari Binuangen hingga Sawarna, kecantikan Foa Langir di Kecamatan Bayah. Di Kabupaten Pandeglang terdapat Pantai Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, perayaan Seba Baduy mampu mendorong kunjungan wisatawan ke Banten. Sebagai salah satu wisata budaya kebanggaan Banten, Seba Baduy juga menjadi simbol dan identitas budaya leluhur Banten yang harus dilestarikan.

Gubernur Banten Wahidin Halim (paling kiri) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya.*

WH, sapaan akrab Wahidin Halim mengajak wisatawan untuk datang ke Banten untuk menyaksikan secara langsung kesakralan Seba Baduy. Dengan begitu, nantinya wisatawan memahami kearifan lokal budaya masyarakat Baduy.

“Seba Baduy sangat menarik dan tidak ada di tempat lain selain di Banten. Saya mengimbau segenap warga Banten dan  Indonesia untuk melihat rangakaian tradisi adat dan budaya masyarakat Baduy,” ucapnya.

Untuk diketahui, Seba baduy merupakan upacara adat. Seba digelar setelah Urang Kanekes melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Seba Baduy juga upacara adat untuk bertemu dengan Bapak Gede atau Gubernur Banten, untuk memberikan hasil bumi sekaligus menyampaikan harapan-harapan masyarakat Baduy kepada pemerintah.

“Ritual setahun sekali ini adalah warisan yang mesti dilestarikan. Pemerintah Provinsi Banten tentu mengapresiasi dan menghargai tradisi setiap daerah di Banten, termasuk warga adat Baduy,” kata WH.

Hingga saat ini, masyarakat adat Baduyi tetap kokoh mempertahankan adat dan menjaga alam. Setidaknya tercermin melalui pepatah mereka yakni ‘Lojor teu meunang dipotong, pendek teu meunang disambung’, yang artinya panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung. [adv]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Sambut Seba Baduy, Dispar Banten Gelar Festival ‘Exciting Banten on Seba Baduy’
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top