Kamis, 25 April 2019 |
News Room - News Gallery

Salurkan Pasokan Listri, Gardu Induk dan Transmisi 150 KV Pertama di Papua Diresmikan

Jumat, 24 Agt 2018 | 12:30 WIB Dibaca: 292 Pengunjung

Menteri BUMN Rini Soemarno (rompi oranye) saat menghadiri acara peresmian gardu induk dan tranmisi 150 kV Holtekamp-Jayapura.*

[NEWSmedia] - Kementerian Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) dan PT PLN (Persero) meresmikan gardu induk dan transmisi 150 kV Holtekamp-Jayapura, Jumat (24/8). Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat Papua, terutama daerah Jayapura dan Holtekamp, untuk bisa mengakses listrik. Pemadaman yang masih kerap dirasakan warga setempat pun diharapkan dapat berkurang intensitasnya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, peresmian gardu induk dan transmisi ini merupakan sebuah kebanggaan. Sebab, tingkat elektrifikasi Papua masih di bawah 50 persen sementara di Papua Barat 86 persen. "Dengan kondisi ini, pembangunan gardu induk jadi hal penting, juga transmisi yang suah dibangun 43 kilometer," tuturnya pada acara peresmian.

Rini menambahkan, pada akhir 2017, sebenarnya sudah ada tambahan daya listrik sebesar 70 megawatt. Namun, karena gardu induk kala itu masih berkapasitas 70 kV, pemanfaatan listrik belum optimal.

Peresmian gardu induk dan transmisi 150 kV pertama di Papua ini juga menjadi upaya untuk menyejahterakan masyarakat melalui akses listrik. Sebab, keberadaan listrik dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak-anak, di mana mereka bisa belajar lebih lama. Tidak kalah penting, juga membantu masyarakat menjalankan usaha.

Rini mengharapkan kerja sama pihak lain dalam meningkatkan elektrifikasi di Papua, termasuk BUMN maupun perguruan tinggi dan lembaga terkait seperti LAPAN. "Kalau dibutuhkan, BUMN itu kan ada 143, nanti akan bantu sponsorship sehingga desa-desa bisa dapat listrik," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Maluku Papua PT PLN Persero Ahmad Rofik menjelaskan, meningkatkan akses masyarakat Papua terhadap listrik bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesarnya adalah geografis Papua yang menantang dibanding dengan provinsi lain, sehingga rasio elektrifikasi termasuk rendah.

Sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut, PLN mengadakan ekspedisi Papua Terang untuk survei ke desa-desa yang masih belum bisa akses listrik. Setidaknya 500 orang terlibat dari lima universitas yakni UI, ITB, ITS, Universitas Cendrawasih dan UGM.

Pada gelombang pertama di bulan Agustus, tim sudah mensurvei 419 desa, di mana 176 merupakan desa target survei dan sisanya desa tambahan. "Diharapkan data ini bisa melengkapi data yang sudah dikumpulkan petugas PLN," ujar Ahmad. [rpk]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Salurkan Pasokan Listri, Gardu Induk dan Transmisi 150 KV Pertama di Papua Diresmikan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top