Minggu, 13 Juni 2021 |
Ekonomi - News Gallery

Rupiah Terpuruk ke Rp14.800, Apa Dampaknya ke Inflasi?

Selasa, 04 Sept 2018 | 11:00 WIB Dibaca: 672 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 0,05% (month to month/mtm). Realisasi ini lebih rendah dari Juli 2018 yang mengalami tingkat inflasi sebesar 0,28%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap inflasi dapat terlihat dari core inflation atau inflasi inti.

"Walau core inflation itu tidak semua impor, tapi kalau ada pengaruh impor, itu akan terlihat dia berubahnya bagaimana," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian.

Dia menjelaskan, inflasi inti Agustus 2018 yang sebesar 0,30% memang lebih tinggi dari realisasi bulan-bulan lainnya di 2018. Namun, angka ini dinilai masih tetap terjaga.

Terhadap Juli 2018 memang lebih rendah dengan inflasi inti sebesar 0,41% juga pada Januari 2018 sebesar 0,31%, namun pada Juni tercatat 0,24%, Mei 0,21%, April 0,15%, Maret 0,19%, dan Februari 0,26%.

"Inflasi inti 0,3% ini masih lumayan oke, walau sedikit lebih tinggi dari biasanya," kata dia.

Kendati demikian, dirinya tidak bisa memastikan bagaimana seberapa persisnya pengaruh imported inflation terhadap inflasi inti. Namun yang pasti, kata Darmin, kondisi perekonomian global tentu akan berpengaruh pada kondisi dalam negeri.

"Tapi di sisi lain kan kita terus buat kebijakan, sehingga hasilnya bagaimana, ya harus kami lihat dulu. Saya tidak bisa tebak (kapan pelemahan Rupiah berpengaruh pada inflasi), tapi kalau itu mulai berpengaruh pasti munculnya di core inflation," pungkasnya. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Rupiah Terpuruk ke Rp14.800, Apa Dampaknya ke Inflasi?

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top