Kamis, 13 Mei 2021 |
News Room - Peristiwa

Rumah Digerudug Ratusan Mahasiswa, SBY Pertanyakan Haknya Pada Presiden

Senin, 06 Feb 2017 | 16:45 WIB Dibaca: 1527 Pengunjung

Cuitan SBY di Twitter.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Melalui akun twitternya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan bahwa rumahnya di Kuningan, Jakarta Selatan, sore ini 'digeruduk' ratusan orang. Massa berteriak-teriak. 

"Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY lewat akun Twitter resminya @SBYudhoyono sekitar pukul 15.00 WIB.

Rumah SBY ini beralamat di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan. Posisinya berada di belakang Kedutaan Besar Qatar. SBY mempertanyakan kenapa polisi tidak memberi tahu dirinya soal ini. Dia mengatakan undang-undang tidak memperbolehkan adanya unjuk rasa di rumah pribadi. 

"Kecuali negara sudah berubah, undang-undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*," tulis SBY. Dia juga mengatakan, kemarin dia mendengar di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi dan agitasi terhadap mahasiswa untuk menangkap dirinya.

"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*," tulis SBY. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*," sambungnya. 

Sementara, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, menyatakan penggeruduk tersebut merupakan mahasiswa dan langsung dibubarkan.

"Iya tadi ada massa dari mahasiswa yang datang, sudah kami bubarkan karena tidak ada pemberitahuan untuk aksinya," ujar Kapolres, Senin (6/2/2017).

Menurut Iwan, massa mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang usai mengikuti kegiatan Jambore di Cibubur, Jakarta Timur. Ada sekitar 300-an mahasiswa yang berdemo di depan rumah SBY tersebut.

"Massa dari acara Jambore, kan ada acara dari tanggal 4-6, diikuti 3 ribu mahasiswa. Isinya (tuntutan aksi) melawan isu SARA, melawan ketidakadilan lah, tujuannya ke mana nggak jelas juga," jelas Iwan.

"Saya juga nggak paham kenapa mereka demonya ke sini," lanjut Iwan.

Massa sempat melakukan perlawanan saat polisi berupaya membubarkan. Namun saat ini, situasi kondusif dan tidak ada perusakan dalam kegiatan demonstrasi tersebut.

"Sudah dibubarkan. Tadi hampir 300 orang. Nggak ada perusakan, hanya orasi dan tidak ada pemberitahuan," tandasnya.  [dtc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Rumah Digerudug Ratusan Mahasiswa, SBY Pertanyakan Haknya Pada Presiden
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top