Senin, 16 Juli 2018 |
News Room

RTB Bambang Wisanggeni Sang Penerus Sultan Banten Terakhir

Senin, 12 Des 2016 | 14:26 WIB Dibaca: 1889 Pengunjung

RTB Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja (kiri) saat pengukuhan, Minggu (11/12/2016). Abuya Muhtadi menjadi salah seorang ulama yang melakukan pengukuhan (kanan). (Foto: Lulu/FBN)

SERANG, [NEWSmedia] - Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja dikukuhkan menjadi Sultan Banten. Ia menjadi pewaris kesultanan Banten yang memiliki pertalian darah yang kuat dengan Sultan Maulana Muhammad Shafiudin (Sultan Banten terakhir).

Penetapan RTB Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai Sultan Banten berdasar pada salinan putusan Pengadilan Agama Serang pada September 2016. Wisanggeni merupakan keturunan Ratu Bagus Abdul Mugni Soerjaatmadj Bin Ratu Bagus Maryono Soerjaatmadja Bin Pangeran Timur Soerjaatmadja Bin Sultan Maulana Muhammad Shafiudin (Sultan Banten berdaulat terakhir).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, DR Mufti Ali Ph D menyatakan dalam putusan tersebut, secara garis lurus kesultanan Banten sejak diputuskan oleh Paguyuban Trah Kesultanan Banten pada 12 Mei 2013 M, RTB Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja adalah Trah Keturunan Sultan Maulana Muhammad Shafiudin yang merupakan Sultan Banten terakhir.

“Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai pemilik pertalian darah terkuat yang memiliki hak waris sebagai penerus tahta Kesultanan Banten,” kata Mufti Ali.

Pengukuhan RTB Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja dilakukan dalam acara Maulid Akbar dan Istigosah Kesultanan Banten di halaman Masjid Banten Lama, Kota Serang, Minggu (11/12/2016). Acara dihadiri santri, ulama, pemerintah, dan tokoh masyarakat.

Tokoh ulama yang mengukuhkan di antaranya KH Abuya Muhtadi (Cidahu, Pandeglang), KH Busro (Malingping), KH Nursyid Abdullah (Ulam Tangerang), KH Tohir Toha (Kasemen), H Edi Sutisna, KH Baehani, H Aris Haelani, serta Staf Ahli Wali Kota Serang Hengki Data Andaka dan dihadiri Ketua MUI Provinsi Banten KH AM Romli.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Provinsi Banten KH AM Romli mengatakan, dengan acara maulid Akbar, Istighosah dan tasyakuran penetapan Sultan Banten tersebut, diharapkan umat di Banten tetap menjaga persatuan dan tetap menjaga toleransi.

“Pentingnya toleransi beragama kita, karena Indonesia negara Bhinneka Tunggal Ika. Kita semua bersaudara, jaga persaudaraan,” kata Romli.

Sementara itu, Sultan Banten RTB Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja dalam sambutannya mengatakan, dirinya datang ke Banten bukan sebagai pengacau. “Saya ingin membenahi kondisi Banten yang karut-marut, membenahi akhlak. Bahkan ingin kondisi Banten tertib dan nyaman,” Wisanggeni.

Dia berharap, keberadaan dirinya bersama alim ulama dan masyarakat bisa merubah kondisi Banten agar beraklahkul karimah. “Mari jadikan Banten menjadi yang berahlak, mari kita beristigfar, jadikan akhlak nabi sebagai suri tauladan. Menuju Banten baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” tuturnya.

Sebagai tanda pengukuhan sebagai Sultan, RTB Bambang Wisanggeni disemati baju kesultanan berikut tongkatnya. Ribuan warga dan santri di Banten ikut pula mengukuhkan Sultan Banten melalui tanda tangan. [llj/fbn]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

RTB Bambang Wisanggeni Sang Penerus Sultan Banten Terakhir
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top