Sabtu, 04 Juli 2020 |
News Room - Pemerintahan - Pariwisata

Ritual Keramas Bareng di Cisadane Menambah Daya Tarik Wisata

Jumat, 26 Mei 2017 | 16:28 WIB Dibaca: 702 Pengunjung

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ritual keramas bareng di sungai Cisadane, Kamis (25/5/2017)

TANGERANG, [NEWSmedia] - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, ratusan warga Kelurahan Babakan Sukasari menggelar ritual keramas bareng di bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Kamis (25/05/2017) sore.

Tradisi turun temurun itu diikuti warga asli Kampung Babakan Sukasari yang tinggal tak jauh dari sungai. Dengan membawa gayung, para peserta ritual mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong berjalan kaki menuju sungai Cisadane untuk membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah puasa.

Ritual keramas bareng ini sudah dilakukan warga secara turun-temurun. Warga meyakini dengan melakukan ritual keramas bareng tersebut mereka bisa mendapatkan keberkahan. Ritual inipun dihadiri oleh Wali Kota Arief R. Wismansyah.

"Kebersamaan ini bisa meningkatkan semangat ukhuwah dan meningkatkan kekhusuan dalam menjalan ibadah puasa," ujar Arief.

Menanggapi usulan warga yang ingin menjadikan ritual keramas tersebut sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kota Tangerang, Wali Kota menyambut baik ide tersebut karena salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal adalah dengan mengenalkan kearifan budaya lokal ke masyarakat langsung.

"Kita sekarang lagi benahi infrastrukturnya, dan kita juga dorong masyarakat untuk menggali potensi yang ada. Selain tentunya kita juga sedang mengembangkan konsep water front city yang menjadikan sungai sebagai titik penting pembangunan," paparnya.

Sementara itu, H. Abu Lurah Kelurahan Babakan menambahkan, kebiasaan keramas ini awalnya dilakukan oleh warga setempat dengan menggunakan merang, yakni benih padi dari hasil panen yang dibakar lalu abunya dibiarkan semalam untuk kemudian dijadikan bahan alami perawatan rambut. Namun, karena merang kini sudah sudah didapat, maka diganti dengan shampo saja.

"Setiap kebiasaan keramas bersama digelar, ada pesan moral untuk warga. Pesan itu lebih sebagai pengingat agar warga dapat mempersiapkan diri, termasuk membersihkan diri, menjelang bulan Ramadhan yang akan tiba sebentar lagi," kata Abu. [Red]

Penulis: Red
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Ritual Keramas Bareng di Cisadane Menambah Daya Tarik Wisata
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top