Kamis, 15 April 2021 |
News Room - Hukum

Ribuan Orang Jadi Korban Perumahan Syariah Bodong di Banten

Selasa, 17 Des 2019 | 08:02 WIB Dibaca: 1252 Pengunjung

Polisi menunjukkan gambar terkini tempat yang dijanjikan akan dibangun perumahan di Serang, Banten. [ist]*

[NEWSmedia] - Sebanyak 3.680 orang menjadi korban penipuan penjualan rumah berkedok syariah yang akan dibangun di Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Semula, PT Wepro Citra Sentosa, selalu pihak pengembang, menjanjikan kepada para pembeli akan mendapatkan rumah di alamat tersebut pada Desember 2018, namun hingga batas waktu yang ditentukan, rumah itu tidak kunjung dibangun.

"Dari penelusuran kita ini ada lebih kurang 3.680 korban dari itu semua kita sudah memeriksa sebanyak 63 korban. Nah, kita coba menghitung kerugian berapa. Kerugian itu lebih kurang Rp40 miliar," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019).

Gatot menuturkan, penipu sengaja menggunakan kata 'syariah' untuk menarik minat pembeli. Selain itu, mereka juga memudahkan syarat mendapatkan rumah seperti tanpa BI Checking, tanpa bunga bank, tanpa riba, bahkan harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pasaran.

"Ini kan masyarakat-masyarakat yang ingin punya rumah yang duitnya dikumpulkan untuk beli rumah dan diiming-imingi seperti itu, tertarik. Mereka membuat brosur-brosur, membuat gathering, kemudian menjanjikan lahannya, kemudian mereka juga buat rumah contoh sehingga masyarakat itu jadi tertarik," ujar Gatot.

"Apalagi mereka menyampaikannya menggunakan iming-iming, cara-cara yang mereka katakan 'ini perumahan syariah', tetapi ini mengambil keuntungan daripada itu," sambungnya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap Komisaris Utama PT Wepro Citra Sentosa, M Ariyanto, dan istrinya, Sofiatun, yang bertugas mengumpulkan rekening dana para korban.

Polisi juga menangkap Direktur Utama PT Wepro Citra Sentosa, Iswanto, serta Direktur PT Global Muslim Property atau Madinah Property Indonesia, Cepi Burhanudin. Perusahaan terakhir merupakan agensi pemasaran dari PT Wepro Citra Sentosa.

Keempatnya ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda. Sementara barang bukti yang disita berupa brosur penjualan, bukti pembayaran konsumen, PPJB, surat pesanan tanah dan bangunan, banner, master plan lokasi perumahan, dan buku rekening PT Wepro Citra Sentosa.

"Ini empat tersangka yang baru kita tangkap dan kita lakukan penahanan. Dan masih ada yang masih kita kejar," kata Gatot.

Mereka dijerat dengan KUHP dan UU Perumahan serta UU TPPU. Ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun. [kumparan]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ribuan Orang Jadi Korban Perumahan Syariah Bodong di Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top