Senin, 10 Mei 2021 |
News Room

Reses di Baros, Anggota DPRD Banten Temukan Barang Ini

Rabu, 15 Nov 2017 | 17:44 WIB Dibaca: 1080 Pengunjung

Anggota DPRD Banten Dapil 2, Muflikhah setelah Reses di Kp. Parumasan Kaibon RT 09/04 Desa Sidamukti Kecamatan Baros Kabupaten Serang, Rabu (15/11/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Ada yang membanggakan dari salah seorang anggota DPRD Banten Dapil 2, Muflikhah saat melakukan Reses di Kp. Parumasan Kaibon RT 09/04 Desa Sidamukti Kecamatan Baros Kabupaten Serang, Rabu (15/11/2017).

Pasalnya, pada kesempatan itu, ia menemukan olahan kreatif dari salah seorang warga yang berani mengubah ikan lele menjadi kerupuk yang siap dipasarkan.

"Ini yang pertama, saya belum pernah reses ke sini kemudian sesuai dengan Dapil saya di Baros, kemudian ada yang saya banggakan dengan hasil Ibu Maemunah, kerupuk ikan lele," kata Muflikhah kepada awak media.

Ia mengatakan, selaku koordinator Komisi II DPRD Banten, dirinya akan menjembatani kreativitas masyarakat tersebut dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UMKM agar organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut mempunyai program yang jelas.

"Ternyata di lapangan ada seperti ini, ini ikan lele lho bukan kerupuk udang yang biasa, mudah-mudahan bisa ditangkap oleh dinas terkait dan akan menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan perempuan untuk memperkaya penguatan ekonomi rakyat," jelasnya.

Ia juga berharap, agar OPD terkait tidak saling beradu ego, namun juga bisa bersinergi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Banten.

"Semuanya saling rangkul dan mendukung agar ekonomi masyarakat Banten semakin hari semakin kuat," tegasnya.


Muflikhah dan Maemunah saat menunjukkan produk kerupuk lele di Baros.

Sementara itu, Maemunah mengatakan, dirinya telah memproduksi kerupuk lele tersebut selama satu tahun terakhir dengan sasaran pasar warung-warung kecil yang ada di Kecamatan Baros.

"Baru satu tahun produksi. Kerupuk ini dari ikan lele yang udah besar, dari pada dibuang, saya manfaatkan jadi kerupuk lele, harga satu kilonya Rp20.000 sampai Rp25.000, dijual di warung-warung sekitar aja," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku kesulitan untuk menjual kerupuk lele tersebut ke luar daerah, lantaran produk tersebut belum mendapatkan sertifikasi dari Departemen Kesehatan RI.

"Penjualan baru di warung kecil aja di sekitar Baros karena belum ada Lebel dari Depkes, udah sempat ngajuin (sertifikasi lebel-ref) tapi belum turun. Kendalanya pemasaran aja, sala alat juga belum ada mesin potong dan mungkin juga modal karena sekarang masih kecil-kecilan aja," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Reses di Baros, Anggota DPRD Banten Temukan Barang Ini
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top