Minggu, 27 September 2020 |
News Gallery - Newstainment

Remake Film G 30 S PKI, Ini Kata Slamet Rahardjo: Film Sejarah tidak Boleh Bohong

Senin, 25 Sept 2017 | 11:00 WIB Dibaca: 699 Pengunjung

Slamet Rahardjo.*

[NEWSmedia] - Aktor senior Indonesia Slamet Rahardjo berpendapat bahwa film yang berlabel film sejarah harus dibuat dengan jujur. Produk budaya tersebut selayaknya benar-benar berlandaskan sejarah yang terdiri dari data dan fakta.

"Film sejarah tidak boleh bohong, harus seperti apa adanya, tetapi apa orang berani membuat film seperti apa adanya?" ujar Slamet saat dijumpai usai menjadi pembicara dalam acara diskusi "Setelah Teguh Karya" di Jakarta.

Pria 68 tahun kelahiran Serang itu mengungkap, bahkan sejarah yang selama ini dikenal meluas sekalipun perlu ditinjau ulang kebenarannya. Terkadang, kata dia, ada saja bahasa penguasa yang terselip di dalamnya.

Ketua Yayasan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu menjelaskan, tiap film memiliki sosok antagonis dan protagonis, pihak yang dirugikan dan tidak dirugikan. Hal iu membuat pihak yang ada dalam posisi hendak membuat film sejarah pasti memiliki tujuan dan maksud tertentu.

Akan berbeda hasilnya jika satu film sejarah bertema sama dibuat oleh pihak berlainan, seperti misalnya Belanda dan Republik Indonesia. Menurut Slamet, persoalannya tergantung siapa yang membuat film dan pesan apa yang ingin disampaikan.

Slamet mengaitkan hal tersebut dengan pro-kontra rencana penayangan kembali serta ide pembuatan ulang film sejarah G 30 S PKI. Pria bernama kecil Memet itu tidak mempermasalahkan, tetapi juga tidak berminat terlibat.

"Tidak usah gelisah orang mau membuat apa. Saya tidak suka dilarang-larang, masa saya sendiri harus melarang-larang. Asal tetap bebaskan saya untuk tetap menjadi saya," kata pemeran film Badai Pasti Berlalu pada 1977 itu. [rpk]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Remake Film G 30 S PKI, Ini Kata Slamet Rahardjo: Film Sejarah tidak Boleh Bohong
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top