Jumat, 23 Oktober 2020 |
News Room - Kesehatan

Relaksasi Iuran BPJS Kesehatan Bantu Mengurangi Beban Rakyat Terdampak COVID-19

Senin, 28 Sept 2020 | 20:38 WIB Dibaca: 525 Pengunjung

dr. Donni Hendrawan, MPH Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Banten, Kalimantan Barat dan Lampung.*

SERANG, [NEWSmedia] - Perkembangan wabah COVID-19 belum menunjukan penurunan yang signifikan di Indonesia, berbagai macam langkah dilakukan dari berbagai instansi BUMN hingga Swasta.

Jaminan kesehatan bagi rakyat merupakan tolak ukur keseriusan pemerintah dalam membasmi COVID-19 karena bukan hanya pencegahan yang perlu ditingkatkan tetapi jaminan kesehatan pun perlu ditigkatkan.

"Relaksasi Iuran adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah demi meringankan beban pesert JKN yang terdampak COVID-19," Ucap Donni Hendrawan Kepala Deputi BPJS Kesehatan Kedeputian Banten, Kalimantan Barat dan Lampung dalam acara Media Gathering bersama BPJS Kesehatan (28/09/20).

Kebijakan itu sudah berjalan sejak awal Juni 2020 dan akan berakhir hingga Desember 2020.

"Kebijakan itu (Relaksasi Iuran) sudah dilaksanakan dari Juni 2020, memang baru sedikit yang mengajukan tapi kita yakin kebijakan ini merupakan langkah yang tepat untuk membantu para peserta JKN yang terdampak COVID-19," ujarnya.

"Untuk saat ini diwilayah Banten data peserta mandiri yang menunggak adalah kelas 1: 38.681 jiwa, kelas 2 : 68.347 jiwa, kelas 3 : 199.928 jiwa totalnya 306.956 jiwa dengan tuggakan 212 Miliyar," lanjutnya.

Kebijakan relaksasi iuran yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan khusus bagi para peserta mandiri yang memiliki tunggukan lebih dari 6 bulan, para peserta hanya perlu membayar 6 bulan dari tunggakan yang ada dan melakukan pembayaran cicilan sisa tunggakan yang ada sampe batas waktu Desember 2021.

"Kebijakan yang ada saya harap mampu memberikan keringanan bagi para peserta mandiri yang tertunggak lebih dari 6 bulan dan bisa melakukan pengajuan melalui aplikasi smartphone Mobile JKN," kata Donni.

Sementara itu, menurut Data yang diverifikasi oleh BPJS, kasus COVID-19 di Kota Serang yang sudah dibayarkan kepada rumah sakit adalah 54 kasus dengan total biaya per kasus Rp 50 jutaan.[adi]

Penulis: Adi
Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Relaksasi Iuran BPJS Kesehatan Bantu Mengurangi Beban Rakyat Terdampak COVID-19
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top