Minggu, 12 Juli 2020 |
News Room

Rano Karno Disebut Terima Rp300 Juta Dari Korupsi Proyek Alkes Banten

Jumat, 03 Mar 2017 | 14:25 WIB Dibaca: 2070 Pengunjung

Rano Karno di ruang tunggu gedung KPK beberapa waktu lalu. (Dok: Tribun)

SERANG, [NEWSmedia] - Kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten pada 2011-2013 dengan tersangka mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah akan segera disidangkan. Nama mantan Gubernur Banten, Rano Karno pun disebut sebagai salah satu penerima aliran dana dari proyek alkes tersebut.

Kuasa hukum Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Sukatma, mengatakan, sidang perkara dugaan korupsi alkes dengan terdakwa kliennya kemungkinan akan digelar pekan depan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kami telah menerima surat dakwaan perkara atas nama terdakwa klien kami Ratu Atut Chosiyah dari JPU KPK,” kata Sukatma ketika dikonfirmasi, Kamis (2/3/2017).

Sukatma mengatakan, pada sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan alkes dengan terdakwa Ratu Atut Chosiyah nanti, akan ada hal yang mengejutkan. Sebab dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, nama mantan Gubernur Banten Rano Karno disebut menerima aliran dana dari proyek alkes tersebut, sebesar Rp300 juta.

“Ini akan menjadi fakta hukum di persidangan, di mana keterlibatan Rano Karno dalam menikmati keuntungan dari proyek alkes tersebut akan terungkap. Itu tercatat dalam dokumen resmi surat dakwaan JPU KPK,” ujar Sukatma.

Ia menegaskan, fakta yang selama ini tertutup rapat terkait dugaan keterlibatan mantan Gubernur Banten Rano Karno terhadap sejumlah kasus korupsi. Saat itu, Rano Karno masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten.

“Ini baru satu fakta, masih ada fakta lain yang akan terungkap, apalagi jika kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) akan mulai disidangkan,” terangnya.

Selain Rano Karno, Sukatma juga mengungkapkan nama lain dalam dakwaan JPU KPK untuk terdakwa Ratu Atut Chosiyah, yang tercatat menerima dana dari proyeks alkes Provinsi Banten 2011-2013 tersebut.

Mereka di antaranya mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Djadja Buddy Suhardja, menerima sebesar Rp590 juta, Adjat Drajat Ahmad Putra yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Dinkes Banten menerima sebesar Rp345 juta, Jana Sunawati selaku pejabat eselon III di Dinkes Banten, menerima sebesar Rp134 juta, serta beberapa nama lainnya.

“Di persidangan nanti, fakta itu akan terungkap semuanya. Ketika fakta hukum itu sudah terungkap dalam persidangan, maka sudah sepatutnya KPK harus menindaklanjutinya,” tuturnya.

Untuk diketahui, dua dakwaan terhadap Ratu Atut Chosiyah dalam kasus alkes digabungkan menjadi satu, yakni tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten 2011-2013 dan tindak pidana korupsi indikasi pemerasan.

Ratu Atut Chosiyah merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di Provinsi Banten, yang diperkirakan merugikan negara Rp 5,4 miliar. [idr]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Rano Karno Disebut Terima Rp300 Juta Dari Korupsi Proyek Alkes Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top