Kamis, 19 September 2019 |
News Room

Rano Karno dan Pejabat Pemprov Banten Akhir Pekan Berada di Australia

Senin, 14 Nov 2016 | 14:14 WIB Dibaca: 2374 Pengunjung

Sejumlah pejabat Pemprov Banten saat pembukaan Indonesia Trade Fair di Perth Convention and Exhibition Center, Australia, Sabtu (12/11/2016). Hari sebelumnya, Rano Karno hadir dalam pembukaan Indonesia Business Summit 2016 di tempat yang sama.*

[NEWSMEDIA] - Rano Karno saat ini sedang non-aktif karena cuti untuk menjalani pencalonannya di Pilkada Banten 2017. Sebagai gantinya, kendali Pemerintah Provinsi Banten dipegang oleh Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Nata Irawan.

Namun dalam kegiatan Indonesia Business Summit di Perth Convention and Exhibition Center, Australia, Jumat (11 /11) lalu, Rano Karno hadir dalam acara tersebut sebagai Gubernur Banten. Selain Rano, ikut juga Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Terpadu (BKPMPT) Banten Babar Suharso dan Kepala Dishubkominfo Revrie Aroes.

Acara dilanjut dengan penyelenggaraan Indonesia Trade Fair yang berakhir sampai Minggu, 13 November 2016.

Keberadaan Rano Karno dalam Indonesia Business Summit di Perth Convention and Exhibition Center, Australia, disebut masih sebagai Gubernur Banten.

Hal tersebut sebagaimana dilansir oleh portal berita www.australiaplus.com. Disebutkan bahwa acara pembukaan Business Summit dihadiri oleh Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Amin serta seluruh kepala perwakilan Indonesia di Australia.

Kegiatan itu merupakan ajang temu bisnis tahunan mengenai potensi ekonomi Indonesia dan potensi kerjasama serta kolaborasi antara Indonesia dan Australia yang dilaksanakan oleh KBRI Canberra bekerja Sama dengan KJRI Perth.

Kegiatan Indonesia Business Summit 2016 bertujuan untuk mempererat kemitraan dan kerja sama ekonomi dan pembangunan antara Australia dan Indonesia dalam berbagai bidang, seperti konektivitas dan infrastruktur, ekonomi digital, agrikultur dan perikanan, pendanaan dan keuangan, pengembangan pariwisata, maupun energi.

Kegiatan Indonesia Business Summit 2016 dilanjutkan dengan Indonesia Trade Fair tanggal 12-13 November 2016 yang berlangsung di tempat yang sama. Indonesia Trade Fair itu diselenggarakan oleh KBRI Canberra bekerjasama dengan KJRI Perth da Kantor Perwakilan BKPM di Sydney serta PT InCONVEX.

Pembukaan pameran dagang ditandai pemukulan rampak beduk dari Banten oleh Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Nadjib Riphat Kesoema pada Sabtu (12/11) di Perth Convention and Exhibition Center.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Banten, Deden Apriandi Hartawan mengaku tidak tahu soal kehadiran Rano Karno pada acara tersebut di Australia.

"Belum ada info, karena sudah cuti, jadi informasinya tidak termonitoring sama kita," kata Deden. Ia menegaskan, semenjak cuti dari jabatan Gubernur Banten, Rano Karno tidak mendapatkan fasilitas, termasuk keprotokolan.

"Kita nggak monitor kegiatan beliau, karena beliau sudah cuti dan cutinya di luar tanggung jawab negara. Jadi kegiatan-kegiatan beliau nggak termonitor selama cuti," tuturnya.

Investasi Australia di Banten

Pada acara Business Summit 2015 di Canberra, Australia, 13 November 2015 lalu, Gubernur Banten Rano Karno juga hadir. Pada saat itu, dibahas rencana Pemerintah Australia akan membangun pelabuhan khusus ternak sapi di Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang. Pelabuhan itu dibangun untuk menampung sapi impor dari Australia.

Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan kunjungan Gubernur Banten Rano Karno ke Australia pada Mei 2016. Pertemuan itu mematangkan rencana investasi Australia untuk membangun pelabuhan khusus sapi tersebut.

Nilai investasi pelabuhan khusus sapi yang akan dikelola perusahaan bernama National Ports Corporate Limited (NPCL) tersebut mencapai lebih dari 200 juta Dolar Australia setara dengan Rp2,7 triliun dari negeri Australia (kurs Rp13.500 per USD).

Pelabuhan Bojonegara yang akan berubah menjadi pelabuhan khusus sapi rencananya akan menjadi pelabuhan terpadu di Indonesia yang berisikan kawasan pergudangan dan industri lainnya, yang akan dikelola oleh BUMD Banten, yakni PT Banten Global Development (BGD).

Saat ini pembangunan pelabuhan ternak tersebut masih dalam tahap pra-feasibility study (FS). Ada sejumlah persyaratan agar impor sapi bisa masuk ke pelabuhan yang dituju. Studi kelayakan dilakukan terkait persoalan ekonomi di daerah, peraturan, legalitas, dan infrastruktur penunjang. [af/ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Rano Karno dan Pejabat Pemprov Banten Akhir Pekan Berada di Australia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top