Selasa, 16 Juli 2019 |
News Room - Pemerintahan

Proyek Pembangunan Tol Serang-Panimbang Dipastikan 'Molor'

Kamis, 06 Jul 2017 | 15:08 WIB Dibaca: 1635 Pengunjung

ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Salah satu proyek nasional yang ada di Provinsi Banten yaitu pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang terpaksa harus molor dari target semula, yang rencananya akan selesai pada tahun 2018, diundur ke tahun 2019.

Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan, ada beberapa persoalan yang seharusnya diselesaikan pada bulan Mei lalu, namun baru bisa diselesaikan pada bulan Juli ini.

"Yaitu inventarisasi lahan yang seharusnya diselesaikan Mei, kemudian apraisal Juni, dan Juli ini pembayaran, tapi karena keterlambatan melakukan inventarisasi lahan di 16 desa di Kota Serang dan Kabupaten Serang, terpaksa harus diundur, dari target keseluruhan 2018, tapi karena dimulai sekarang, maka berarti harus 2019," kata Hudaya di Aula Bappeda Banten, Kamis (6/7/2017).

Dengan demikian, lanjut Hudaya, untuk inventarisasi di 16 desa tersebut, pihaknya akan mendahulukan di 10 kilometer pertama pada trace pertama, jalur Serang-Rangkasbitung yang mencapai kurang lebih 23 kilometer.

"10 kilometer pertama ini urusan pembebasan lahan, nanti dihitung bersama apraisalnya dengan tanah," katanya.

Kendati demikian, pihaknya telah membuat kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Serang, bulan Juli ini, inventarisasi untuk lahan tersebut akan selesai dalam waktu dua minggu kedepan.

"Jadi nanti, pada pertengahan Agustus-September, pembayaran kepada mayarakat bisa dilaksanakan, paling tidak di 6 kilometer pertama," terangnya.

Seiring dengan itu, Detail Engineering Design (DED) untuk 10 kilometer pertama ditargetkan akan selesai pada pertengahan Agustus mendatang, meski secara umum tidak ada masalah, namun secara teknis, jalur tersebut akan masuk kedalam lahan Puspemkab Serang yang akan dibangun.

"Jangan sampai kasus pembuatan jembatan itu atau overpass itu seperti di jembatan Trondol, sempit dan pendek, harus dibedakan," terangnya.

Ia menegaskan, sebetulnya alokasi anggaran untuk pembebasan lahan tersebut telah disiapkan, dengan menggunakan dana talangan dari perusahaan yang memenangkan lelang, yaitu Widjaya Karya (Wika), namun saat ini masih dalam proses inventarisasi lahan, anggaran tersebut belum bisa dialokasikan.

"Bulan Juli ini dana sudah siap, duit ada tapi belanja susah, sudah disediakan 270 Milyar untuk pembebasan itu, itu juga dana talangan dari Wika untuk pembebasan 10 kilometer pertama, kalau keseluruhan untuk pembebasan lahan diatas satu trilyun," jelasnya.

Meski demikian, ia merencanakan ground breaking untuk jalan Tol Serang-Panimbang tersebut akan dilakukan pada minggu keempat bulan Oktober dan agenda tersebut akan dikonsultasikan ke Presiden.

"Ground breaking di Serang, paling tidak minimal enam kilo, jadi saat ground breaking dilakukan, Presiden sudah bisa melihat lahannya," pungkasnya. [Ahi]

Penulis: Ahi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Proyek Pembangunan Tol Serang-Panimbang Dipastikan 'Molor'
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top