Jumat, 10 April 2020 |
News Room - Pemerintahan

Presiden: Banyak yang Pintar Tapi Senang 'Mungli'

Senin, 24 Okt 2016 | 10:05 WIB Dibaca: 1001 Pengunjung

Presiden Jokowi saat hadir di Muktamar Al-Khairiyah, di Kota Cilegon, Sabtu (22/10/2016).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Presiden Joko Widodo memberi perhatian terhadap permasalahan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, pungli menjadi salah satu penghambat kemajuan negara.

Persoalan pungli itu disinggung oleh Presiden Jokowi saat datang di acara Muktamar Al-Khairiyah di Kota Cilegon, Sabtu (22/10/2016).

Masalah pungli jadi sorotan terkait dengan penangkapan pejabat Kementerian Perhubungan yang diduga menjalankan aksi pungli.

"Banyak yang pinter-pinter tapi senengnya mungli," ucap Jokowi.

Presiden pun menceritakan pengalamannya pernah merasakan dipersulit saat mengurus sebuah perizinan usaha pada tahun 80-an.

"Ini persoalan besar kita, mau izin berbelit-belit, mau buka usaha kecil dipungli," ujarnya.

Jokowi pun menunjukkan sebuah slide presentasi yang sudah disiapkan tim kepresidenan melalui sebuah layar yang dipasang di arena Muktamar Al-Khairiyah.

"Coba lihat itu di gambar, kita peringkat berapa dalam hal kemudahan investasi. Nomor berapa? 190-an? Jangan ditepuki. Itu kok malah mau tepuk tangan tadi," tutur Jokowi.

Diungkapkan Jokowi, kebiasaan pungli di Indoneia sudah sangat menggeogoti mental dan karakter anak bangsa. "Bikin KTP ada pungli, bikin KK ada pungli, bikin apa saja ada pungli. Di Banten begitu nggak," tanya Jokowi.

Menurut Jokowi, masalah pungli terletak pada faktor sumber daya manusia (SDM).

"Butuh SDM yang berintegeitas dan jujur untuk mengelola negara, provinsi, kabupaten/kota samapi tingkat kelurahan," katanya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Presiden: Banyak yang Pintar Tapi Senang 'Mungli'
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top