Sabtu, 24 Agustus 2019 |
News Room

Praktisi Hukum: Ahok Memungkinkan untuk Ditahan

Kamis, 24 Nov 2016 | 12:04 WIB Dibaca: 18588 Pengunjung

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.*

SERANG, [NEWSmedia] - Penyidikan terhadap kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih dalam proses di Bareskrim Polri. Polisi sudah memeriksa sebanyak 40 orang saksi, termasuk saksi ahli.

Praktisi hukum yang juga Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang, Iron Fajrul Al-Aslami mengatakan, keputusan ditahan atau tidaknya Ahok tergantung pada keyakinan penyidik Polri. Dari beberapa alat bukti, Ahok dinilai sudah memenuhi unsur yang disangkakan.

“Menurut saya, memungkinkan ditahan sesuai aturan. Tinggal keyakinan penyidik menerapkan unsur objektif, untuk ditahan atau tidak,” kata Iron kepada NEWSmedia, Kamis (24/11/2016).

Diketahui, Ahok disangkakan melanggar delik penghinaan terhadap agama. Dia dikenai Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal 156a KUHP berbunyi ‘Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.’

Adapun Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE berbunyi ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).’

“Sudah masuk sebenarnya, tinggal keyakinan penyidik. Pihak kepolisian harus melihat kondisi masyarakat, jangan hanya melihat hukum tertulis saja,” tuturnya.

Ia menyarankan penyidik Polri selain mengacu pada aturan hukum, juga melihat aspek sosiologis. “Desakan masyarakat juga bisa menjadi pertimbangan. Secara hukum sebenarnya bisa ditahan. Minimal sudah ada dua alat bukti yang siap. Cuma tinggal bagaimana penyidik,” ujarnya.

Meski demikian, Iron juga berharap masyarakat bersabar menunggu proses hukum yang sedang ditangani Bareskrim Polri.

“Sudah dijadikan tersangka bagus sekali, tinggal masyarakat bersabar. Kita tunggu dulu dan kawal. Kapolri juga sudah menjanikan dalam 14 hari, sesuai aturan kasus dilimpahkan ke kejaksanaan. Dan pasti ini akan masuk ke kejaksaan untuk diproses ke persidangan,” jelasnya.

Terkait Ahok sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, Iron mengatakan, penetapan tersangka tidak akan membatalkan pencalonan. “Penetapan tersangkanya kan setelah penetapan calon gubernur. Dapat dibatalkan pencalonan kalau statusnya sudah terpidana. Kalau tersangka sih belum,” kata Iron. [nm]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Praktisi Hukum: Ahok Memungkinkan untuk Ditahan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top