Minggu, 27 Mei 2018 |
News Room - Kesehatan

Potret Kemiskinan, Penderita Kanker Payudara di Serang Butuh Uluran Tangan

Kamis, 03 Agt 2017 | 17:06 WIB Dibaca: 676 Pengunjung

Neneng Safitri (33), dan kedua buah hatinya di Kampung Baru, RT 03 RW 01, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (3/8/2017)

SERANG, [NEWSmedia] - Neneng Safitri (33), seorang ibu beranak dua yang tinggal disebuah rumah kontrakan berukuran 3x5 meter di Kampung Baru, RT 03 RW 01, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, saat ini memerlukan uluran tangan akibat penyakit kanker payudara yang dideritanya.

Neneng menceritakan, akibat faktor kurangnya pendidikan, awalnya ia mengira penyakit tersebut diderita akibat teluh (guna-guna). Dirinya mencoba untuk berobat ke Kyai dan orang pintar, namun usaha tersebut sia-sia. Bahkan Kyai dan orang pintar tersebut menganjurkan agar Neneng berobat ke dokter.

"Sudah dibawa berobat kemana saja tidak berhasil. Berobat ke kyai, tabib, ke dokter harus butuh dana, enggak ada dananya, harus dioperasi. BPJS sendiri enggak punya," kata Neneng, saat ditemui dikamar kontrakannya, Kamis (03/08/2017). 

Saat ini, karena keterbatasan ekonomi, Neneng hanya bisa membeli obat-obatan warung ketika penyakitnya itu kambuh.

"Beli obat warung aja sekarang, kalau nyut-nyutan (nyeri) minum obat warung," tuturnya sembari menitikkan air mata menahan rasa sakit.

Sang suami, Hendra Setiawan (36) bekerja sebagai buruh lepas yang penghasilannya tidak menentu. Untuk biaya sehari-hari dan bayar kontrakan saja masih serba kekurangan, apalagi untuk menebus obat yang minimal Rp400.000 harus dikeluarkan. Ia hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan dari para dermawan dan bahkan dari pemerintah daerah.

"Keinginan pengen sembuh, tapi siapa yang ngebantu. Saya minta kebijaksanaan dan hati nurani dari pemerintah terhadap kita yang enggak mampu," jelasnya.

Akibat penyakit yang dideritanya, kedua anaknya, Ardiansyah Maulana (9) dan Arpan Herdiansyah (8) terpaksa harus putus sekolah sejak satu tahun terakhir. Ardiansyah hanya menginjakkan kaki hingga kelas tiga SD. Sedangkan sang adik, Arpan hanya bersekolah hingga kelas dua SD.

Saat penyakitnya kambuh, Neneng mengaku tidak bisa bergerak sama sekali. Keseharian, untuk urusan rumah seperti mengepel, mencuci dan memasak semuanya dilakukan oleh anak-anaknya yang masih kecil tersebut, bahkan anaknya menyuapi ibunya saat Neneng sakitnya kambuh.

"Segala upaya sudah dilakukan, saat sakit badan enggak bisa gerak sama sekali. Nyuci, ngepel, masak, anak-anak yang ngerjain. Makan juga disuapin kalau lagi parah mah," ujarnya. [Ahi]

Penulis: Ahi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Potret Kemiskinan, Penderita Kanker Payudara di Serang Butuh Uluran Tangan

BERITA TERKAIT

POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top