Senin, 23 April 2018 |
News Room - Hukum

Polisi Tangkap Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian di Banten

Jumat, 02 Mar 2018 | 14:05 WIB Dibaca: 293 Pengunjung

Dirreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Onny Trimurti, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin dan Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim saat jumpa pers di Mapolda Banten, Jumat (2/3/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten menangkap beberapa pelaku penyebar berita bohong atau hoax dan Ujaran kebencian (hate speech) yang berada di Wilayah Provinsi Banten.

Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim mengatakan, pihaknya telah menangani beberapa laporan tentang adanya berita bohong dan Ujaran kebencian di Banten, salah satunya berita bohong (Hoax) yang terjadi di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak.

"Tersangka inisial YH dan YA, yang meng-upload berita hoax tentang kebangkitan PKI, kejadiannya di Philipina tapi seolah-olah kejadian ada di Indonesia, sehingga masyarakat merasa resah dan tersangka sudah kita amankan dan pengembangan kasus ini kita join investigasi Polda Banten dengan Tim Cyber Polri," kata Abdul Karim di Mapolda Banten, Jumat (2/3/2018).

Ia mengungkapkan, pihaknya juga mengamankan tersangka Z warga Kabupaten Pandeglang yang telah mengapload di media sosial tentang keberadaan PKI di Banten pada 19 Februari 2018.

"Di Pandeglang juga kita amankan AB, yang menulis di media sosial tentang isu SARA, keduanya dikenakan Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara," ungkapnya.

Ia menuturkan, dari Kota Cilegon, pihaknya mengamankan WK yang telah membuat ujaran kebencian (hate speech) di media sosial yang menyinggung salah satu Ormas Islam di kota baja tersebut.

"Masih di Cilegon, kita juga mengamankan IT, yang melakukan penghinaan terhadap Panglima TNI dan Pemerintah, masih dikenakan dengan UU ITE," tuturnya.

Selain itu, ia juga berhasil mengamankan SA, seorang tersangka yang melakukan teror di Mapolsek Tanara, Kabupaten Serang pada Januari 2018.

"Dari Krimsus Polda Banten juga mengamankan AH, yang membuat ujaran kebencian di media sosial dan setelah kita teliti medsosnya, ada foto-foto asusila, ini juga kita kenakan UU ITE," jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Onny Trimurti mengatakan, banyaknya berita bohong yang menyebar, akan memberikan dampak yang negatif terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Seperti isu ODGJ, banyak orang gila yang menjadi korban, mereka tidak tahu apa-apa, tapi jadi korban dan bahkan dianiaya oleh masyarakat, kedepan akan lebih meningkatkan kembali operasi cyber yang sudah dilakukan selama ini," kata Onny.

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin mengimbau kepada masyarakat agar tetap bijak menggunakan media sosial.

"Stop berita hoax, jangan percaya dengan berita hoax, kalai ada yang ragu, tanyakan dulu ke ahlinua atau kepolisian, nanti kita jawab dengan data yang selengkap-lengkapnya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Polisi Tangkap Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian di Banten

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top