Rabu, 24 April 2019 |
News Room - Peristiwa

Plt Gubernur Banten Tidak 'Ngantor' Saat Buruh Menggelar Unjuk Rasa

Kamis, 17 Nov 2016 | 17:44 WIB Dibaca: 1143 Pengunjung

Perwakilan buruh diterima audiensi di ruang pertemuan kantor Gubernur Banten, Kamis (17/11/2016). Namun Plt Gubernur Banten Nata Irawan tidak ada.*

SERANG, [NEWSmedia] - Setelah berjam-jam berunjuk rasa dan berorasi secara bergantian akhirnya buruh diterima masuk ke dalam kantor Gubernur Banten untuk beraudiensi. Namun buruh kecewa tidak bisa bertemu langsung dengan Plt Gubernur Banten Nata Irawan.

Pantauan NEWSmedia, sempat terjadi kericuhan di ruang pertemuan Kantor Gubernur Banten. Buruh minta untuk bertemu Plt Gubernur Banten Nata Irawan yang saat itu sedang tidak ada di kantor.

"Jika Plt Gubernur Banten yang terhormat tidak menemui kita, lebih baik kita bubar!" teriak salah seorang perwakilan buruh saat menunggu audiensi.

Suasana mencair setelah Asda I Pemprov Banten Anwar Masud, Kabiro Hukum dan Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi datang menemui para buruh yang sudah menunggu lama.

Asda I Pemprov Banten Anwar Masud langsung menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadiran Plt Gubernur Banten Nata Irawan.

Simak: Ratusan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Banten

"Saya mohon maaf, Bapak Nata Irawan tidak bisa hadir, sehingga yang direkomendasikan (bertemu buruh) kami bertiga," kata Anwar Masud, di depan para perwakilan buruh.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD SPN Banten, Ahmad Saukoni, mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah tahu maksud dan tujuan dari unjuk rasa buruh hari ini.

"Saya yakin pemerintah tahu maksud dan tujuan kami. Tetapi,;jika bukan diterima oleh Plt Gubernur,;itu sama saja. Kami ingin yang mendengar tuntutan kami langsung Plt Gubernur Banten," kata Saukoni.

Para buruh ini menyampaikan, bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 yang merupakan paket kebijakan Jilid IV pemerintahan Jokowi-JK hanya menguntungkan pengusaha. Sementara para buruh merasa sengsara.

Buruh menganggap PP 78 Tahun 2015 adalah bentuk perwujudan politik upah murah yang hanya akan menguntugkan pihak pengusaha. [vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Plt Gubernur Banten Tidak 'Ngantor' Saat Buruh Menggelar Unjuk Rasa
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top