Senin, 30 Maret 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Pleno KPU Banten: Calon Petahana Kalah Dengan Selisih Suara 1,90 Persen

Minggu, 26 Feb 2017 | 23:19 WIB Dibaca: 1363 Pengunjung

Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 saat pengundian nomor urut, Selasa, 25 Oktober 2016. (Foto: Antara)

CILEGON, [NEWSmedia] - Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Banten 2017 telah selesai. KPU Provinsi Banten menetapkan suara terbanyak diperoleh pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) unggul dari calon petahana Rano Karno yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief (Rano-Embay) dengan selisih 89.890 suara atau 1,90 persen. Pasangan WH-Andika yang diusung tujuh partai politik itu berhasil meraih 2.411.213 suara.

Sedangkan pasangan petahana Rano-Embay yang diusung PDIP, PPP dan NasDem memperoleh 2.321.323 suara. Jumlah suara yang sah pada Pilkada Banten 2017 sebanyak 4.732.536 dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 7,7 juta orang. Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Banten 2017 mencapai 63 persen.

Proses rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Banten yang digelar di Convention Hall Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon Minggu (26/2/2017) siang tadi sempat memanas. Saksi dari pasangan Rano-Embay melakukan aksi ‘walk out’.

Saksi yang sekaligus kuasa hukum Rano-Embay, Donny Tri Istiqomah mengatakan, aksi walk out dilakukan sebagai bentuk protes, karena protes yang disampaikan dalam rapat pleno tidak direspon oleh penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu Banten.

Donny memprotes permasalahan yang terjadi pada Pilkada Banten 2017, terutama terkait temuan-temuan yang terjadi di Kota Tangerang. Ia pun memastikan pihak Rano-Embay melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Saksi pasangan Rano-Embay walk out dari rapat pleno rekapitulasi.

“Ke MK sudah pasti, ke DKPP kemungkinan kalau terjadi pelanggaran etik kita akan lakukan. Kami juga akan melakukan langkah hukum yang sesuai, besok pun kita ke MK siap,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Pemenangan WH-Andika, Media Warman mengatakan, pihaknya meyakini Pilkada Banten telah berjalan sesuai aturan. Terkait pelanggaran, tim WH-Andika juga telah melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan Rano-Embay.

“Ada 92 laporan yang disampaikan ke Bawaslu, tetapi kami serahkan ke Bawaslu. Tapi sekarnag mereka ingin membuat opini, seakan-akan mereka dicurangi. Padahal kami yang banyak melaporkan dugaan kecurangan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna mengatakan hari ini pihaknya sudah menetapkan hasil perolehan suara Pilkada Banten 2017. Namun jika ada pihak yang keberatan, pasangan calon dipersilakan melakukan gugatan ke MK.

Data hasil pleno rekapitulasi suara oleh KPU Provinsi Banten.

Dalam Peraturan MK nomor 3 tahun 2016, untuk pendaftaran gugatan ke MK dapat dilakukan tiga hari setelah ditetapkan hasil perolehan suara. “Pendaftaran gugatan ke MK bisa dilakukan pada tanggal 27 Februari 2017 sampai 1 Maret 2017,” kata Agus Supriyatna.

Atas dasar itu, KPU Banten akan menetapkan pemenang Pilkada Banten 2017 setelah ada keputusan dari MK, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 terkait penetapan pemenang Pilkada.

“Kami masih menunggu dari MK. Nanti ada surat dari MK, kalau tidak ada gugatan, KPU Banten akan pleno terkait penetapan pemenang Pilkada Banten 2017,” terangnya.

Agus juga mengungkapkan, sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016, gugatan ke MK bisa dilakukan bagi daerah yang memiliki populasi penduduk dari 5 juta sampai 12 juta, dengan selisih perolehan suara maksimal satu persen.

Agus juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Banten, TNI dan Polri yang telah berpartisipasi pada pelaksanaan Pilkada Banten 2017. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pleno KPU Banten: Calon Petahana Kalah Dengan Selisih Suara 1,90 Persen

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top