Sabtu, 08 Mei 2021 |
News Room - Pilkada Kota Serang 2018

Pilkada Kota Serang: 315 Tahanan Masuk Dalam DPS

Selasa, 27 Mar 2018 | 17:36 WIB Dibaca: 619 Pengunjung

Divisi Teknis KPU Kota Serang, Fierly Murdlyat pada kegiatan sosialisasi yang digelar di Rutan Serang, Selasa (27/3/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Sebanyak 315 warga binaan di dua lembaga pemasyarakatan (LP) di Kota Serang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebagai pemilih di Pilkada Kota Serang 2018.

Jumlah tersebut, tersebar di LP Serang sebanyak 181 orang, dengan jumlah laki-laki sebanyak 178 orang dan perempuan 3 orang dan sisanya, 134 orang terdaftar di Rutan Serang, dengan rincian 130 laki-laki dan 4 perempuan.

“Semua tahanan yang terdata dalam DPS itu adalah warga Kota Serang. Ditandai dengan kepemilikan KTP Elektronik. KPU Kota Serang mengantisipasi terjadinya kekurangan surat suara pada hari H pemungutan suara, mengingat keluar masuknya warga binaan tidak bisa kami prediksi. Karena itu kami harapkan koordinasi yang baik dengan pihak Rutan dan LP Serang,” kata Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly MM, pada kegiatan sosialisasi yang digelar di Rutan Serang, Selasa (27/3/2018).

Fierly menuturkan, berdasarkan pengalaman Pilkada Banten 2017, terjadi kekurangan surat suara di LP dan Rutan, meski demikian, sesuai prosedur, kekurangan itu ditanggulangi dari TPS terdekat.

“Jadi nanti H-7 pemungutan suara, kami minta diberi masukan soal jumlah warga binaan di LP dan Rutan yang ada. Jika jumlahnya melebihi Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka kami siapkan kekurangan surat suaranya. Karena pengadaan surat suara itu adalah sejumlah DPT dikali 2,5 persen,” terangnya.

Sementara itu, Divisi Teknis KPU Provinsi Banten, Syaeful Bahri menuturkan, KPU wajib melayani setiap pemilih untuk menyalurkan hak politiknya, termasuk warga yang sedang menjalani tahanan di LP dan Rutan.

“Seluruh warga binaan harus diberi akses untuk mengetahui siapa pasangan calon yang hendak mereka pilih, bagaimana mekanisme pemberian suara di TPS, hingga aturan main lain yang mengikat soal pilkada,” kata Syaeful.

Terkait aturan yang mewajibkan pemilih memperlihatkan KTPEl dan atau Surat Keterangan (Suket) kepada KPPS pada hari pemungutan suara, juga menjadi materi diskusi selama sosialisasi berlangsung. Menurut Syaeful, karena keterbatasan kondisi, KPU bisa saja melayani hak pilih seseorang selama namanya tercantum dalam DPT.

“Warga binaan kebanyakan tidak membawa identitas kependudukan saat masuk kesini. Karena itu KPU harus segera berkoordinasi dengan Panwaslu dan saksi pasangan calon terkait masalah ini. Jika mereka bersepakat, maka selama nama warga binaan itu ada di DPT, maka KPPS harus melayani.” terangnya.

Di tempat yang sama, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Serang, Kahfi menjelaskan, pihaknya siap memegang teguh aturan main Pilkada Kota Serang 2018, bahkan dirinya sudah mempersiapkan petugas yang akan berperan sebagai KPPS pada hari pencoblosan.

“Koordinasi kami dengan KPU sangat baik. Kami saling bertukar informasi soal keluar masuknya warga binaan. Sebagian di antara kami juga sudah sangat paham bagaimana tata kerja KPPS. Kami pastikan hak politik semua warga binaan akan dilayani sebagaimana mestinya,“ pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pilkada Kota Serang: 315 Tahanan Masuk Dalam DPS
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top