Senin, 26 Februari 2018 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Pilgub Banten, Yemmelia Sebut Dimyati Menzalimi Keluarga Besar Minang

Selasa, 20 Sept 2016 | 10:02 WIB Dibaca: 786 Pengunjung

SERANG, [NEWSmedia] – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten telah memanggil pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan, Achmad Dimyati Natakusumah-Yemmelia untuk diminta keterangan terkait pengunduran diri dari tahapan pencalonan Pilkada Banten 2017.

Namun dari undangan yang disampaikan, hanya bakal calon wakil gubernur, Yemmelia yang datang. Sementara bakal calon gubernur Achmad Dimyati Natakusumah tidak hadir. Dalam forum klarifikasi itu juga hadir pimpinan Bawaslu Banten, Eka Satyalaksmana.

Yemmelia mendatangi kantor KPU Provinsi Banten Selasa (20/9/2016) sore didampingi keluarganya. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena bakal calon gubernur yang didampinginya mengambil keputusan secara sepihak, mundur dari tahapan pencalonan.

“Saya baru dapat undangan dari KPU terkait pasangan saya Achmad Dimyati Natakusumah mundur dari pencalonannya, Saya anggap bahwa beliau tidak profesional, dan tidak memiliki rasa tanggung jawab,” kata Yemmelia, yang ditemui Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna dan beberapa komisioner KPU Banten lainnya.

Yemmelia mengaku memahami aturan pencalonan, termasuk mekanisme yang harus dilalui bakal calon dari jalur perseorangan (independen). “Ini cukup disayangkan, bagaimanapun juga, kita ini berpasangan untuk pencalonan. Saya sangat kecewa dengan beliau (Dimyati-red),” tuturnya.

Yemmelia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintahan Provinsi Banten mengaku hilang kontak dengan Achmad Dimyati Natakusumah.

“Saat saya hubungi ternyata tidak aktif. Saya lost contact dengan dia. Bagi saya, ini sudah tidak benar. Saya ini diambil bukan dari jalanan, saya ini dari keluarga Minang. Maka dari itu, keluarga Minang di Provinsi Banten sangat-sangat kecewa,” ucap Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Banten ini.

Rasa kecewa Yemmelia bertambah karena dirinya sudah rela melepaskan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Saya sudah rela melepas PNS untuk pencalonan ini. Pak Dimyati tidak bisa menghargai saya. Ini juga bentuk penzaliman terhadap keluarga Minang,” ujarnya.

“Karir saya di PNS sudah (berakhir) seperti ini, insya Allah saya menerima dengan ikhlas. Tetapi masyarakat harus mengetahui bahwa Pak Dimyati berpolitik tidak benar, dan berpolitik tidak profesional. Berpolitik harus beretika, jangan seperti ini,” sambung Yemmelia.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna mengungkapkan, KPU Provinsi Banten sudah memanggil pihak LO (perwakilan) dari bakal calon Achmad Dimyati Natakusumah, untuk diklarifikasi bersama dengan Yemmelia.

“Jadi ini kan seperti sudah tidak niat untuk mencalonkan. Kalau mau maju ya maju dengan baik, kalau mau mundur ya mundur. Jangan mempermainkan seperti ini,” ucap Agus.

Ia juga mengaku telah melaporkan kepada KPU RI terkait adanya persoalan dari pasangan bakal calon dari jalur independen Dimyati-Yemmelia. “Saya sudah berkomunikasi dengan KPU RI. Kami diperintahkan memanggil kedua belah pihak, agar permasalahannya clear,” ujarnya. [Ildhan/02]

Penulis: Ildhan
Publisher: newsmedia.co.id
Bagikan:

KOMENTAR

Pilgub Banten, Yemmelia Sebut Dimyati Menzalimi Keluarga Besar Minang

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top