Senin, 25 Juni 2018 |
News Room

Petani di Kota Serang Kekurangan Pupuk Bersubsidi

Selasa, 08 Mei 2018 | 18:44 WIB Dibaca: 173 Pengunjung

Petani di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Selasa (8/5/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Petani di Kota Serang mengaku, pupuk bersubsidi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat tidak sesuai dengan kebutuhan tanam padi di kota tersebut.

Ketua Kelompk Tani Andalan, Masri mengatakan, pihaknya membutuhkan sekitar 200 kg pupuk urea untuk setiap satu hektare sawah, sedangkan petani hanya memeroleh pupuk subsidi jenis urea sebanyak 154 kilogram.

"Sisanya, yang 56 kg itu, petani harus beli pupuk non subsidi sendiri dengan harga Rp6.000/ kg, sedangkan pupuk yang bersubsidi bisa dibeli seharga Rp1.800/ kg," kata Masri saat ditemui di Kelurahan Pengarungan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Selasa (8/5/2018).

Ia menjelaskan, kekurangan pupuk subsidi tersebut, membuat biaya tanam padi di Ibu Kota Provinsi Banten itu cukup tinggi, sehingga hasil panen yang didapat kurang menguntungkan para petani.

“Pemerintah Pusat belum mampu menyediakan sepenuhnya pupuk subsidi. Padahal, pupuk ini jelas-jelas memberi dampak kepada petani," jelasnya.

Ia menuturkan, dalam sekali panen, pihaknya mengeluarkan biaya tanam padi hingga Rp13 juta per hektare, sementara hasil gabah yang diperoleh, rata-rata hanya mencapai 5 ton per hektare.

"Keuntungannya antara Rp3,5 juta sampai Rp7 juta. Itu juga harus dibagi dua dengan penggarap dan pemilik sawah," tuturnya.

Selain itu, ia juga berharap, pupuk bersubsidi bisa ditingkatkan lagi agar kebutuhan pertanian bisa tercukupi.

"Pupuk bersubsidi itu ada lima jenis, urea, NPK Poska, ZA, SP36 dan organik. Di Kota Serang, panen biasanya dua kali," pungkasnya. [CR]

Penulis: Anton
Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Petani di Kota Serang Kekurangan Pupuk Bersubsidi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top