Jumat, 07 Agustus 2020 |
Pariwisata

Pesona Maluku Tenggara Barat

Sabtu, 31 Des 2016 | 17:07 WIB Dibaca: 1503 Pengunjung

Perahu Batu.*

[NEWSmedia] - Kabupaten Maluku Tenggara Barat, merupakan salah satu 9 kabupaten dan 2 kota Provinsi Maluku. Daerah ini merupakan daerah kepulauan yang terdiri atas pulau besar dan kecil dengan jumlah 85 pulau. 57 pulau diantaranya telah dihuni dan 28 pulau belum dihuni.

Bila berkesempatan melakukan pelesiran ke wilayah ini, jangan lupa untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata yang sayang bila dilewatkan begitu saja. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang bisa dijadikan referensi saat mengunjungi wilayah Maluku Tenggara Barat.

Kerajinan Patung Tumbur

Desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian, Maluku Tenggara Barat dikenal dengan sebutan desa pengrajin. Jenis karya yang dihasilkan oleh desa ini adalah patung yang bertemakan era kehidupan nenek moyang suku Tanimbar. Patung yang dipahat berbahan dasar kayu Eboni atau yang lebih dikenal dengan kayu hitam ini dipahat dengan detail yang sungguh luar biasa.

Perahu Batu (Natar Sory Fampompar)

Sebuah peninggalan hasil mahakarya menjadi warisan leluhur sebagai situs sejarah dan budaya yang selalu mengandung nilai holistik, sakral dan historis yang bergaya pada zaman megalitikum terhadap penyusunan batu agar kokoh dan kuat oleh kondisi cuaca apapun. Gambaran kemegahan dari zaman batu inilah diwujudkan dalam bangunan perahu dan tangga batu yang terletak di desa Sangliat Dol, kecamatan Wertamrian, kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Monumen Kristus Raja

Monumen Kristus Raja, salah satu objek wisata rohani yang letaknya di bagian ujung Timur pulau Yamdena, tepatnya di lokasi Findwar, desa Olilit Timur. Monumen yang diresmikan pada tahun 2004 dan diberkati oleh Duta Vatikan untuk Indonesia Mgr. Ranjit Patabendigde. Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kepada Kristus Raja Alam Semesta. Biasanya dirayakan pada bulan November setiap tahun oleh umat Kristen Katolik disini.

Monumen Pembabtisan Pertama

Monumen Pembabtisan Pertama yang dijadikan sebagai monumen peringatannya orang-orang Olilit saat pertama kali dibabtis terletak di Olilit Timur, kecamatan Tanimbar Selatan. Tanggal 14 Agustus 1913, Pastor Mathias Nieuwenhuis menyampaikan berita gembira ke negeri kincir angina (Belanda) bahwa pada tahun itu telah dibabtis orang-orang Olilit yang saat itu menjadi stasi induk.

Pantai Kelyar

Jika Anda ingin merasakan sensasi matahari tenggelam nan eksotis tak jauh dari kota Saumlaki, bisa datang ke pantai Kelyar atau yang akrab disebut pantai Pertamina oleh orang-orang sekitar dikarenakan letaknya berdekatan dengan tempat pengisian bahan bakar milik Perusahaan Minyak Nasional (Pertamina).

Saung-saung kecil yang berjajar sepanjang bibir pantai sudah tersedia bagi Anda yang ingin menikmati sajian memesona matahari tenggelam disini. Anda juga bisa melihat aktifitas para nelayan yang bersandar membawa hasil ikan-ikan besar untuk dijual kembali di pasar sekitar kota Saumlaki.

Pelabuhan Laut Saumlaki

Jika berkunjung ke Saumlaki, seakan tidak lengkap apabila tidak mengunjungi Pelabuhan Laut Saumlaki. Kota yang dikelilingi dengan perairan laut dengan landskap perkotaan di sepanjang bibir laut yang istimewa ini sangat asik dikunjungi pada waktu pagi maupun sore hari.

Kapal motor berukuran besar yang bersandar di pelabuhan menunggu kedatangan para penumpang ataupun muatan barang menjadi pemandangan sehari-hari disini. Tetapi jika anda berkunjung pada sore hari apalagi di waktu akhir pekan, anak-anak Saumlaki ramai berenang bersama kawan sebayanya.


Pantai Matakus dan Nustabun

Pantai Matakus, yang terletak di pulau Matakus ini merupakan sebuah objek wisata bahari yang tergolong masih sangat alami dengan ciri khas pasir putih, perairan yang jernih, juga terumbu karang yang masih sangat terjaga kelestariannya. Anda bisa melakukan banyak aktifitas di sekitar pantai Matakus, seperti swimming, snorkling dan fishing.

Pulau yang dihuni oleh 102 Kepala Keluarga ini memang dikenal sebagai salah satu penghasil kerajinan tenun yang namanya sudah terkenal di Maluku Tenggara Barat. Tenun ikat Tanimbar dikenal dengan nama “Tais Pet” dengan warna khas cokelat dan hitam, dimana para penenunnya merupakan perempuan asli Tanimbar yang menguasai filosofi motif-motif Tanimbar. [rpk]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pesona Maluku Tenggara Barat
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top