Selasa, 11 Mei 2021 |
News Adv

Perusahaan Australia Tertarik Investasi di Banten

Selasa, 10 Mei 2016 | 07:18 WIB Dibaca: 1237 Pengunjung

Kepala BKPMPT Provinsi Banten Babar Suharso menyampaikan rincian investasi di Banten periode Januari-Mei 2016.*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan upaya promosi potensi investasi pada penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri. Tingginya realisasi investasi asing (PMA) membuktikan bahwa Banten telah berhasil menjadi magnet bagi investor asing.

Salah satu negara yang 'jatuh hati' dan memilih Banten sebagai tujuan investasi adalah Australia. Perusahaan Australia bernama National Port Coorporation Limited (NPCL) memiliki minat besar bekerjasama dengan Pelindo II yang mengelola Pelabuhan Bojonegara di Kabupaten Serang, Banten.

NPCL merupakan perusahaan swasta asal Australia yang bergerak dalam bidang usaha operator pelabuhan agrikultural, aquakultur, pertambangan dan energi khususnya batubara di Australia Barat.

Gubernur Banten Rano Karno pun secara langsung sudah meminta dukungan kepada Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN agar proyek pembangunan di Bojonegara, Kabupaten Serang terus didorong oleh pemerintah pusat.

"Pemerintah Provinsi Banten sangat mendukung rencana investasi NPCL di Bojonegara tersebut," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso, Senin (9/5/2016).

Babar mengatakan, gubernur sudah meminta perusahaan-perusahaan agar segera memulai investasinya di Banten. Secara khusus, selaku Kepala BKPMPT Banten dirinya juga sudah diperintahkan oleh gubernur untuk terjun dan mengawal kesungguhan minat investasi NPCL, dan diminta aktif dalam berbagai pertemuan koordinasi yang dilakukan Pelindo II atau Kementerian BUMN.  

Investasi Naik

Pergerakan investasi di Provinsi Banten terus mengalami tren kenaikan, bahkan mengalami peningkatan di tahun 2016. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Badan Koordininasi Penanaman Modal (BKPM) per Januari-Maret Triwulan I tahun 2016, nilai investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp12,15 triliun dengan jumlah 378 proyek.

Kepala BKPMPT Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, PMA Banten tertinggi ke-3 secara nasional setelah Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilai investasinya mencapai Rp4,2 triliun dengan 90 proyek dan Banten tertinggi ke-4 secara nasional setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Tahun lalu, peringkat PMDN Banten menduduki peringkat ke-6. Sama halnya dengan PMA, tahun lalu PMA Banten dalam urutan ke-4 secara nasional. "Artinya, keduanya mengalami peningkatan," kata Babar Suharso.

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMDN adalah industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, dengan jumlah sebanyak 19 proyek dengan nilai investasi Rp632 miliar. Sementara PMA, sektor investasi mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak 336 proyek dengan nilai investasi 3.6 juta US$.

Wilayah Investasi Banten

Dari sebaran investasi pada Januari-Maret Tahun 2016, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 768 juta US$ sebanyak 46 proyek ; disusul oleh Kabupaten Serang senilai 44,5 juta US$ dengan jumlah 69 proyek ; Kabupaten Tangerang senilai 44 juta US$ dengan jumlah 146 proyek ; Kota Tangerang senilai 23,5 juta US$ dengan jumlah 76 proyek ; Kota Tangsel senilai 13,9 juta US$ dengan jumlah 31 proyek ; Kabupaten Lebak senilai 6 juta US$ dengan jumlah 5 proyek, serta Kota Serang 6,8 ribu US$ dengan jumlah 5 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kabupaten Tangerang menempati urutan pertama dengan realisasi investasi tertinggi di Banten. Dengan rincian, nilai investasi Kabupaten Tangerang senilai Rp1,9 triliun dengan jumlah 39 proyek ; Kota Tangerang senilai Rp897 miliar dengan jumlah 15 proyek ; Kabupaten Lebak senilai Rp646 miliar dengan jumlah 7 proyek ; Kota Cilegon senilai Rp485 miliar dengan jumlah 10 proyek ; Kabupaten Serang senilai Rp317 miliar dengan 17 proyek, dan Kabupaten Pandeglang senilai Rp646 juta dengan jumlah 1 proyek.

Investasi Berdasarkan Negara Asal

Sementara, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten, Jepang merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi yang mencapai 26.134 juta US$ dengan jumlah sebanyak 25 proyek, disusul Konsorium (Gabungan Negara) sebesar 806 juta US$ dengan jumlah 67 proyek, kemudian Singapura sebesar 23 juta US$ dengan jumlah 54 proyek, Taiwan sebesar 20,6 juta US$ dengan jumlah 13 proyek, Korea Selatan sebesar 7.8 juta US$ dengan jumlah 96 proyek, Malaysia sebesar 4,2 juta US$ dengan jumlah 17 proyek, British Virgin Islands sebesar 1.7 juta US$ dengan jumlah 6 proyek, dan R.R Tiongkok sebesar 1,6 juta US$ dengan jumlah 43 proyek. [Adv]

Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

Iklan DPRD Banten HUT SMSI
Sabtu, 13 Mar 2021 | 10:52 WIB
Iklan DPRD Banten HUT SMSI
Iklan DPRD Banten Isro Miraj
Jumat, 12 Mar 2021 | 15:17 WIB
Iklan DPRD Banten Isro Miraj

KOMENTAR

Perusahaan Australia Tertarik Investasi di Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top