Minggu, 27 September 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

‘Pertarungan Darat’ Pilgub Banten Dikuasai WH-Andika

Senin, 26 Des 2016 | 15:34 WIB Dibaca: 2687 Pengunjung

Calon Gubernur Banten Wahidin Halim saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Minggu (25/12/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy terus menjumpai masyarakat di seluruh daerah di Provinsi Banten. Pasangan yang diusung tujuh partai politik ini bersilaturahmi dan menyampaikan visi misi membangun Banten kepada masyarakat.

Setiap hari, Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy berbagi tugas melakukan kampanye. Minggu (25/12/2016), WH menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Sementara Andika bersilaturahmi dengan warga di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

“Pilkada adalah pertarungan udara dan darat. Jika yang lain bermain opini, kami tetap fokus hadir di tengah masyarakat,” kata Andika kepada wartawan.

Andika mengatakan, kehadirannya di tengah masyarakat tidak sekadar melakukan kampanye, tetapi menyerap aspirasi sebagai bahan untuk melaksanakan pembangunan di Banten.

“Kami ingin pesta demokrasi di Banten penuh dengan kebersamaan dan kekeluargaan. Karena itu, kami harus hadir di tengah masyarakat dan mendengar aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan mengatakan,  pasangan calon yang menjadi kompetitor WH-Andika di Pilkada Banten 2017, sedang mencoba mempengaruhi publik melalui hasil survei.

“Itu kita pahami sebagai upaya Bandwagon (tercitrakan sudah unggul sejak awal), dengan harapan pemilih akan memilih yang dicitrakan akan menang. Mereka menciptakan pasangan calon seperti superman, unggul secara opini dengan referensinya klaim dari berbagai survei,” terangnya.

Fitron menganggap biasa hasil survei Indobarometer yang dirilis tim pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten nomor urut 2, Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

“Sejak awal, mereka (tim Rano-Embay) hobi seperti itu. Bahkan pernah kan merilis survei yang tidak diakui lembaganya,” ungkap Fitron.

Ia mengungkapkan, cara bertempur tim WH-Andika yakni fokus pada pemenangan di masyarakat akar rumput. “Kami fokus merebut hati masyarakat dengan sentuhan langsung. Menabuh gendang udara melalui pencitraan bukan cara kerja kami,” ucapnya.

“Kami tidak mau, calon kami masih pagi di mata tim sudah jadi seperti superman. Kami ingin tim kami utuh, serius dan fokus. Kami menuju terkonsolidasikannya sepenuh kekuatan. Superteam akan memberi jawaban di 15 Februari 2017 yang akan datang,” sambung Fitron.

Menurut Fitron, Tim WH-Andika punya survei dan bukan sekali dua kali dipakai dalam pilkada. Hasil survei internal, kata dia, selalu dijadikan peta untuk melakukan pergerakan. “Hasil survei Rano-Embay yang disebarluaskan belakangan ini, bicara soal kepuasan, tapi itu di-head to head-kan. Lucu kan,” tuturnya.

Fitron mengaku percaya apabila survei dilakukan dengan metodologi yang benar dan hasilnya disampaikan secara utuh. “Kemarin survei Rano-Embay tidak dipublikasikan secara utuh, memunculkan kepuasan seolah-olah seperti elektabilitas. Tapi itu dapur orang saya tidak mau berkomentar lebih dalam. Kan cara itu pilihan,” ujarnya. [nr]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

‘Pertarungan Darat’ Pilgub Banten Dikuasai WH-Andika
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top