Jumat, 22 Maret 2019 |
News Room - Politik

Pertanyakan Kasus Korupsi Calon di Pilkada Banten, WH akan Datangi KPK

Kamis, 08 Des 2016 | 13:38 WIB Dibaca: 1006 Pengunjung

Calon Gubernur Banten Wahidin Halim saat mengunjungi masyarakat di Situ Gintung, Ciputat, Tangsel, beberapa waktu lalu. (Dok: NEWSmedia)

TANGERANG, [NEWSmedia] - Pernyataan Ketua KPK Agus Raharjdo yang mengungkap akan ada kasus korupsi yang dibuka setelah Pilkada Banten 2017, terus bergulir menjadi bola panas. Sejumlah pihak meminta KPK membuka kasus tersebut sebelum pilkada.

Seperti diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kasus dugaan korupsi yang akan diungkap berkaitan dengan kasus lama yang melibatkan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana.

Pernyataan itu pertama kali diungkapkan Agus Rahardjo pada saat menghadiri bedah buku berjudul ‘Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi’ di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, Kota Serang, Sabtu, (26/11/2016).

Adanya dugaan kasus korupsi yang melibatkan salah satu calon di Pilkada Banten juga diperkuat oleh Agus Rahardjo saat menghadiri acara Tanwir I Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Penegakan Hukum di Indonesia Implementasi UU TPPU untuk Pemiskinan Koruptor, di Kota Tangerang, Rabu (30/11/2016).

“Ya, menyangkut salah satu calon,” ujar Agus Rahardjo seusai acara tersebut.

Ketika ditanya siapa salah seorang calon di Pilkada Banten yang tersangkut dugaan tindak pidana korupsi, Agus Rahardjo tidak menjawab tegas dan jelas. “Sudah, sudah, nanti saya dibilang mencampuri urusan politik. Nanti, setelah Pilkada selesai akan dituntaskan,” ucap Agus.

"Bukan (dana kampanye). Sebetulnya ada kejadian sebelumnya. Iya ada hubungannya dengan itu (Ratu Atut Chosiyah),” kata Agus, menerangkan.

Kuasa hukum keluarga Ratu Atut Chosiyah, Tb Sukatma, mengatakan, apa yang disampaikan Ketua KPK itu arahnya sangat jelas kepada seseorang yang bukan dari keluarga Ratu Atut.

“Seperti kata Ketua KPK, nanti saja kita tunggu proses selanjutnya. Yang pasti itu mengarah ke orang selain keluarga Ratu Atut,” kata Sukatma.

Sukatma meyakini kasus yang dimaksud Ketua KPK Agus Rahardjo terkait proses penanganan TPPU Tubagus Chaeri Wardana yang penyidikannya sudah rampung Oktober lalu. “Para saksi menyebutkan ada aliran dana kepada seseorang yang totalnya mencapai Rp11 miliar lebih,” ungkapnya.

Ketika ditanya seseorang yang dimaksud adalah Rano Karno, Sukatma tidak mengelak.  “Kita tunggu saja prosesnya, kami percaya kepada KPK. Saksi-saksi sudah memberikan keterangan. Bhkan bukti penyerahan dana (kwitansi, red) ada dan sudah diserahkan kepada penyidik,” ujar Sukatma.

Terkait dengan itu, Calon Gubernur Banten Wahidin Halim dalam waktu dekat akan meminta kejelasan dengan mendatangi kantor KPK. “Dalam waktu dekat ini Pak Wahidin Halim akan datang ke kantor KPK,” kata Wahidin Halim didampingi kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah,  Kamis (8/12/2016).

“Calon Gubernur Banten itu ada dua yakni Wahidin Halim dan Rano Karno. Kita minta agar KPK membuka siapa yang sebenarnya calon Gubernur Banten terduga korupsi,” ujar Wahidin.

Wahidin Halim menantang KPK untuk membuka nama siapa calon gubernur yang terindikasi kasus korupsi sebelum pilkada selesai.

“Harusnya KPK bisa mengungkap siapa cagub yang dibidik, biar masyarakat lebih tahu pemimpin siapa yang bersih dari korupsi. Kalau setelah pilkada seolah-olah terkesan menutupi,” kata Wahidin. [hae]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pertanyakan Kasus Korupsi Calon di Pilkada Banten, WH akan Datangi KPK
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top