Selasa, 17 September 2019 |
News Room - Pendidikan - Pariwisata

Pertama di Asia, 'Sekolah Jurnalistik Plus' Didirikan di Cilegon Banten

Sabtu, 15 Jun 2019 | 11:44 WIB Dibaca: 619 Pengunjung

Salah satu ruangan Gedung Journalist Boarding School (JBS) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon. Gedung ini juga dijadikan Pusdiklat PWI Provinsi Banten.*

CILEGON, [NEWSmedia] - Keberadaan sekolah jurnalistik umumnya adalah berkonsentrasi pada pendidikan dan keterampilan kejurnalistikan atau yang berkaitan dengan media informasi. Namun sekolah jurnalistik yang satu ini berbeda, karena juga mengajarkan siswanya untuk bisa membaca dan menghafal Alquran serta berlatih untuk bisa menjadi Imam Salat.

Dengan nama Journalist Boarding School (JBS), ‘sekolah jurnalistik plus’ itu berlokasi di Gedung Pusdiklat PWI, Jalan Kalitimbang Lingkar Krotek Rt 02/05 Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Provinsi Banten.

Konsep sekolah jurnalistik itu digagas oleh Firdaus, wartawan yang menjabat Ketua PWI Provinsi Banten dua periode (2010-2015 ; 2015-2019). Firdaus juga merupakan pendiri Teras Media Group yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi PWI pusat.

Journalist Boarding School sebagai lembaga pendidikan berada di bawah naungan Yayasan Akademi Multimedia Nusantara (AMN). Tempat pendidikan dan pelatihan ini terbuka untuk semua tingkatan, baik untuk pemula, alumni SMA maupun alumni perguruan tinggi.

Di sekolah ini peserta mendapatkan akan pelatihan yang meliputi ‘6M’ (Mencari, Memperoleh, Memiliki, Menyimpan, Mengolah dan Menyampaikan) informasi. Materi wajib lainnya adalah desain grafis untuk media atau sarana tercetak, pembelajaran olah foto, digital marketing hingga mengelola media sosial menjadi sumber pendapatan.

Tak hanya itu, para siswanya juga akan diajarkan membuat blog atau website. Satu lagi, materi kearifan lokal juga diajarkan, yaitu keterampilan olah kanuragan.

“JBS hadir menjawab tantangan di era modern dengan konsep pendidikan yang mengkombinasikan nilai religius dan nilai-nilai kearifan lokal,” kata Firdaus saat acara Halal Bihalal di lokasi Journalist Boarding School, Jumat (14/6/2019).

Ia mengatakan, para siswa JBS diperkirakan akan menempuh masa pendidikan selama satu tahun, setara dengan pendidikan D1. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan dimukimkan seperti halnya santri di pondok pesantren.

“Selain optimalisasi waktu, juga untuk mengasah keterampilan dan disiplin sebagai dasar pendidikan berkarakter, agar juga tertib setoran hapalan Alquran,” ujarnya.

Firdaus juga menjelaskan, di JBS untuk materi-materi umum, diberikan kepada seluruh peserta lulusan SMA maupun perguruan tinggi, tidak dibedakan. Tetapi kemudian pada tahapan pengkonsentrasian, materinya berbeda.

“Untuk sarjana kita kosentrasikan pada jurnalistik profetik (bagian dari kelompok penyeru, untuk kepentingan publik) dan kepemimpinan. Sementara peserta tamatan SMA, kita konsentrasikan pada penguasaan keterampilan media digital seperti desain web, pengelolaan medsos, dan digital marketing,” terang Firdaus, yang merupakan salah seorang pendiri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Ia berharap dari Journalist Boarding School ini, para siswa bisa menjadi pekerja media yang profesional dan andal sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era perkembangan zaman yang serba modern ini.

“Jika pekerjanya profesional dan andal, produk informasinya juga akan baik. Karena kita tahu masyarakat kan membutuhkan informasi-informasi yang bisa membangun, membuat masyarakat menjadi tahu segala kebutuhan dan informasi yang positif. Seiring dengan pengaruh dari dampak perkembangan informasi yang begitu cepat dengan sistem digital”, harapnya.

Tempat Berwisata Religi

Tak hanya itu, Firdaus mengungkapkan Journalist Boarding School juga menyediakan tempat berwisata religi. “Jadi yang disebut wisata religi, sebenarnya sama juga, pendidikan dan pelatihan. Tetapi konsentrasinya diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah dewasa dan uzur. Adapun kosentrasinya pada agama dan bersosialisasi secara empati pada lingkungan. Konsep ini lebih pada pendekatan hubungan pada Tuhan dan manusia secara riil,” tuturnya.

Lebih jauh Firdaus menerangkan, wisata religi ini sebagai wisata alternatif bagi masyarakat tertentu yang biasanya menghabiskan waktu di obyek-obyek wisata ke tempat-tempat liburan yang terkenal dan berbiaya tinggi.

“Tetapi ini liburannya di Journalist Boarding School, kita menyediakan paket Nasuha dan Paket Khusnul Khotimah,” ujarnya.

Paket Nasuha adalah paket bermalam selama satu minggu hingga satu bulan. Selama satu minggu hingga satu bulan tersebut, peserta di wajibkan Salat lima waktu berjamaah. Setelah Subuh dan Magrib belajar membaca Alquran. Siang hari belajar membuat bata atau membuat tahu di pabrik tahu, juga ke kebun atau sawah.

“Adapun Paket Khusnul Khotimah, disediakan untuk para manula, dengan masa waktunya dari satu bulan hingga tiga bulan,” jelas Firdaus, seraya menerangkan bahwa paket Khusnul Khotimah, kosentrasi pada olah hikmah, yaitu berlatih meredam eksistensi dengan bermuhasabah (intropeksi) dan berlatih dengan penyerahan pada Yang Maha Kuasa.

Latar belakang paket ini, kata Firdaus, menjembatani kebutuhan orang-orang sibuk yang luar biasa, hingga pada titik tertentu, kesibukannya tersebut menjadikan mereka lupa untuk membaca Alquran, ibadah dan bersosialisai dengan manusia dan alam.

“Untuk itu, kita menyiapkan paket pendidikan dan pelatihan selama satu minggu hingga satu bulan, bagi mereka yang masih ada kesibukan. Dan satu bulan hingga tiga bulan bagi yang sudah purna tugas,” pungkas Firdaus.

Adapun untuk menjalankan wisata religi, tersedia 3 ruang keluarga dengan fasilitas ruang tamu, dapur, kamar tidur, jemuran dan gudang. Selain itu tersedia juga 10 kamar deluxe, 4 kamar standar, 2 ruang rapat dan 2 ruang belajar.

Konsep Pendidikan Pertama di Asia

Sementara itu, Konsultan Manajemen Akademi Multimedia Nusantara (AMN), GS. Ashok Kumar mengatakan, model pendidikan Journalist Boarding School ini menjadi pertama di Indonesia bahkan di Asia. Ia mengungkapkan, sesuai keinginan Firdaus selaku penggagasnya, metode pendidikan dan pelatihan memang dikonsentrasikan di satu tempat.

Lokasi Journalist Boarding School (JBS) berada di bangunan dua lantai, seluas 300 meter persegi. 

“Peserta didik disediakan penginapan, dengan begitu secara langsung setiap peserta dapat diasuh dan diawasi oleh mentor. Lalu, dengan dimukimkannya seluruh peserta tersebut, peserta selain wajib salat jamaah, juga usai Salat Magrib dan Salat Subuh peserta diwajibkan belajar membaca Alquran dan tajwid serta hapalan Alquran. Peserta juga secara berkala dilatih public speaking dan menjadi Imam solat,” papar Ashok. [rhd] 

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pertama di Asia, 'Sekolah Jurnalistik Plus' Didirikan di Cilegon Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top