Kamis, 22 April 2021 |
News Room

Peringati HUT ke-46 dan Hari Aids Sedunia, PPNI Kota Serang Soroti Kasus HIV dan Covid-19

Selasa, 01 Des 2020 | 23:24 WIB Dibaca: 259 Pengunjung

Screenshot Webinar PPNI Kota Serang, Selasa (1/12/2020).*

SERANG, [NEWSmedia] - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DPD Kota Serang melakukan Webinar dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Tahun PPNI dan peringatan Hari HIV se-dunia, Selasa (1/12/2020).

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Banten, Santoso mengatakan, sejauh ini angka HIV tertinggi di Indonesia adalah di wilayah DKI Jakarta, sementara untuk Provinsi Banten berada di wilayah Tangerang.

"Yang paling banyak angka tertinggi HIV itu adalah di wilayah DKI Jakarta karena mungkin banyak penduduk, entertaint dan produk seksualitas itu di sana, untuk Banten sendiri angka HIV tertinggi terjadi di Tangerang" ucap Dr.Santoso dalam acara Webinar, Selasa (01/12/2020) .

Sementara narasumber lainnya, Ernawati Umar memaparkan mengenai beberapa pencegahan Covid-19 baik yang sudah terpapar maupun yang sehat agar tidak tertular

Ia mengatakan, pasien yang banyak meninggal dunia akibat Covid-19 juga disebabkan karena memiliki penyakit hipertensi.

"Pasien yang memang sudah terpapar covid-19 harus mampu menjaga imun tubuh agar kondisi badan tidak menjadi lebih parah, pasien yang meninggal dunia akibat covid-19 juga disebabkan karena memilik penyakit hipertensi dan angka itu lebih dari 79%," ucapnya yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan PPNI Provinsi Banten.

Perawat RSDP Serang yang menjadi narasumber selanjutnya, Risna Yuningsih menyampaikan terkait kasus Covid-19 pada anak mengatakan, kasus kejadian Covid-19 pada anak tidak bisa dianggap remeh 

"Keluarga yang menjadi sentral penularan sangat rentan dalam menyebabkan transmisi penularan kepada anak, maka dari itu peningkatan kewaspadaan pada anak harus ditingkatkan guna mencegah penularan covid-19,” ungkapnya

Senada diungkapkan pemateri selanjutnya, Ketua PPNI Kabupaten Serang, Fatoni yang memaparkan, salah satu tanda infeksi dari virus Covid-19 yang tidak terdekteksi adalah Happy Hipoksi. 

“Happy Hipoksia adalah tingkat kadar oksigen pada darah yang tiba tiba berkurang sehingga bagi seseorang gang terjangkit virus Covid19 bisa tiba tiba meninggal yang sebelumnya terlihat masih segar bugar. Hal ini menjadikan Covid19 hal yang tidak bisa dianggap remeh karena bisa membunuh siapa saja tanpa ada gejala terlebih dahulu,” pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Peringati HUT ke-46 dan Hari Aids Sedunia, PPNI Kota Serang Soroti Kasus HIV dan Covid-19
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top