Minggu, 22 April 2018 |
News Room - Peristiwa

Percetakan Uang Palsu di Pandeglang Digerebek

Selasa, 17 Apr 2018 | 20:14 WIB Dibaca: 463 Pengunjung

Polisi saat memperlihatkan mesin percetakan uang palsu di Kabupaten Pandeglang, Selasa (17/4/2018).*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Jajaran Kepolisian Republik Indonesia bersama Polres Pandeglang menggerebek sebuah percetakan yang dijadikan tempat pembuatan uang palsu di Jl. Raya Labuan KM 5 Cikoneng, Kampung Santika, Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang, selasa (17/04/2018).

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan dua pelaku dengan inisial A yang merupakan pemilik percetakan dan Y sebagai karyawan perusahaan tersebut.

“Para Pelaku sudah mengontrak selama dua tahun dan pelaku sangat tertutup dalam melakukan aksinya, karena ada ruangan khusus untuk pembuatan uang palsu, saya rasa produksi uang palsu ini tidak ada hubungannya dengan puasa atau lebaran karena pelaku merupakan residivis,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada awak media.

Sementara itu, Kasubnit Tipid Eksus Bareskrim Polri, Kompol Anton menjelaskan, uang palsu yang sudah diproduksi oleh kedua pelaku tersebut telah menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.

“Kasus ini bermula dari penangkapan 2 pelaku kemarin di Gambir, pukul 10.00 WIB. Modusnya untuk penggandaan uang, namun tergantung pesanan. Namun yang paling banyak dipesan untuk menipu orang-orang yang menginginkan kaya mendadak dengan cara menggandakan uang,” kata Anton.


Ket Foto: Uang palsu lembaran Rp100.000 diamankan Polisi.*

Ia menuturkan, menurut pengakuan sementara, para pelaku telah memproduksi uang palsu sampai ratusan miliar rupiah. Sementara, pemesan yang diamankan, sudah tiga kali melakukan transaksi dengan nominal yang berbeda.

“Yang pertama Rp200 juta, yang kedua Rp100 juta dan yang ketiga itu Rp150 juta. Jadi si pelaku telah memesan uang sampai dengan 600 juta rupiah. Pecahan uang yang ditemukan hari ini nilainya Rp100 ribu dan berbagai mata uang asing berupa Dollar dan Poundsterling,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menegaskan, dalam proses penjualan uang palsu tersebut, para pelaku menjual dengan sistem tiga berbanding satu.
 
“Transaksi yang digunakan oleh tersangka pembuat uang palsu ini adalah tiga uang palsu di bayar dengan satu uang asli, atau tiga berbanding satu. Misalnya untuk uang palsu Rp60 juta, si pemesan harus membayar Rp20 juta kepada si pencetak uang,” pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Percetakan Uang Palsu di Pandeglang Digerebek
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top