Selasa, 18 Februari 2020 |
News Room

Perairan Banten Rawan 'Disusupi' Pengungsi Negara Asing

Kamis, 29 Agt 2019 | 13:09 WIB Dibaca: 303 Pengunjung

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Pusat, Didi Hamzar saat pelatihan potensi SAR di Hotel Grand Mangku Putera, Kota Cilegon, Kamis (29/8/2019).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Pusat, Didi Hamzar menyebutkan, perairan di Wilayah Provinsi Banten rawan disusupi oleh pengungsi yang berasal dari negara asing.

Hal itu bisa saja terjadi lantaran Banten mempunyai luas garis pantai yang mencapai 500 kilometer.

"Banten menjadi salah satu pintu masuk yang rawan, dari Aceh, Bali sampi Kupang, buat Basarnas jangan sampai kita niat menolong orang, munculnya memberatkan negara kita, jangan sampai ketika kita nolong warga asing ada dampak sosial nya, ini yang mesti kita cermati," kata Didi saat pelatihan potensi SAR di Hotel Grand Mangku Putera, Kota Cilegon, Kamis (29/8/2019).

Ia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut pihaknya menegaskan, seluruh potensi SAR baik dari TNI-Polri serta Pemda bisa bekerjasama secara kompak, sehingga ketika ada pengungsi dari negara asing tidak memberatkan negara. L

"Kalau mereka (WNA-red) hanya mati mesin ketika di kapal, bagaimana kita bisa membawa bensin ke tengah laut supaya kapalnya baik dan bisa langsung ke tujuan mereka, jangan kita bawa ke pinggir, karena bisa jadi beban negara, di sisi lain kalau mereka minta bantuan dalam aspek kemanusiaan, kita juga jangan sampai melanggar HAM," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, meski kerawanan kecelakaan di wilayah perairan Banten tidak terlalu berat, namun aspek pertolongan kepada warga negara asing yang berada di perairan Banten menjadi perhatian yang serius.

"Kita coba meningkatkan respon tentang kecepatan memberikan bantuan sebagaimana bisa bekerja proporsional, ketika butuh tenaga kesehatan kita siap, jangan sampai kita bawa pengungsi ke pinggir pantai, ternyata membawa penyakit," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, untuk memberikan pertolongan tersebut, pihaknya memiliki peralatan rescue yang cukup memadai dan bisa minta bantuan ke daerah terdekat untuk membackup jika dibutuhkan.

"Secara terbatas kita punya (peralatan rescue-red), bekerjasama antar instansi kita harus jaga sehingga kalau ada apa-apa koordinasi kita jalan, negara hadir dalam aspek kewenangan pengungsi, sesuai tidak memberatkan. Kita murni tugas kemanusiaan, tapi jangan sampai kita dimanfaatkan sebagai celah utk mereka masuk ke wilayah kita," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Perairan Banten Rawan 'Disusupi' Pengungsi Negara Asing
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top