Jumat, 03 Juli 2020 |
News Room

Penyesuaian Iuran, Beberapa Peserta BPJS Kesehatan di Serang Turun Kelas

Jumat, 05 Jun 2020 | 18:55 WIB Dibaca: 216 Pengunjung

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang, Dasrial saat Ngopi bersama awak media di Kota Serang, Jumat (5/6/2020).

SERANG, [NEWSmedia] - Kepala BPJS Cabang Serang Dasrial mengaku, di tengah pandemi Covid-19, beberapa peserta BPJS Kesehatan di cabang serang melakukan turun kelas.

Meski demikian, lanjut Dasrial, pihaknya tidak bisa menyebutkan jumlah data yang daftar untuk turun kelas tersebut.

"Mohon maaf saya tidak bisa menyampaikan data, tapi sudah ada beberapa yang datang ke kantor minta turun kelas," kata Dasrial setelah acara Ngopi bersama awak media di Kota Serang, Jumat (5/6/2020).

Ia menjelaskan, selain dampak Covid-19, para peserta BPJS Kesehatan juga melakukan penurunan kelas lantaran ada kebijakan baru tentang penyesuaian iuran kepesertaan.

"Biasanya mereka terkendala karena tagihan besar, baru berjalan 2 minggu tapi sudah ada," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Dasrial, pihaknya telah menyediakan program Super Praktis bagi masyarakat yang ingin melakukan penurunan kelas.

"Program super praktis ini adalah relaksasi diskresi di masa covid ini, orang punya kemampuan finansial terbatas, jadi tanpa menunggu periode satu tahun dia langsung bisa turun kelas menyesuaikan dengan iuran yang baru," terangnya.

Biasanya, masih kata Dasrial, setiap peserta BPJS Kesehatan yang ingin melakukan penurunan kelas harus menunggu satu tahun sejak kelas itu diduduki, namun dengan kebijakan tersebut peserta bisa langsung turun kelas tanpa menunggu lama.

"Sekarang bisa langsung pindah, uang saldo yang ada di kelas sebelumnya akan masuk ke kelas berikutnya dan ini berlaku sampai 31 Agustus, itu kebijakan direksi saja, memberikan kebiajakan tanpa harus menunggu 1 tahun," ujarnya.

Selain Program Super Praktis, kata Dasrial, ada lagi kebijakan relaksasi bagi yang menunggak sekian bulan dan cukup bayar 6 bulan kepesertaan BPJS Kesehatan bisa langsung aktif.

"Kita tidak punya kewenangan untuk menurunkan iuran tapi kita berikan kemudahan dalam administrasi pengaktifan. Ini memang relaksasi saat wabah dan itu dibatas sampai 31 Agustus," pungkasnya. 

Untuk diketahui, pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Besaran iuran JKN-KIS peserta PBPU dan BP/Mandiri untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2020, mengikuti Perpres Nomor 75 Tahun 2019, yaitu Rp160.000 untuk kelas I, Rp110.000 untuk kelas II, Rp42.000 untuk kelas III.

Sementara untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020, besaran iurannya mengikuti Perpres Nomor 82 Tahun 2018, yaitu Rp80.000 untuk kelas I, Rp51.000 untuk kelas II, dan Rp25.500 untuk kelas III.

Dan Per 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp150.000 untuk kelas I, Rp100.000 untuk kelas II, dan Rp42.000 untuk kelas III.

Namun, sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat, lanjut Dasrial, pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas III.

Tahun 2020, iuran peserta PBPU dan BP kelas III tetap dibayarkan sejumlah Rp25.500. Sisanya sebesar Rp16.500, diberikan bantuan iuran oleh pemerintah. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Penyesuaian Iuran, Beberapa Peserta BPJS Kesehatan di Serang Turun Kelas

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top