Selasa, 18 Desember 2018 |
News Room

Penyebar Hoax Asal Kota Cilegon Pernah Gabung dengan MCA

Jumat, 02 Mar 2018 | 20:05 WIB Dibaca: 426 Pengunjung

Penyebar berita bohong asal Kota Cilegon, IT (49) saat di Mapolda Banten, Jumat (2/3/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Jajaran Kepolisian Daerah Banten berhasil menangkap beberapa tersangka yang telah menyebarjan berita bohong (Hoax) di Media Sosial, salah satunya IT (49) yang berasal dari Kota Cilegon.

Menurut IT, dirinya ikut menyebarkan berita bohong di media sosial lantaran melihat status dari salah satu temannya yang melakukan penghinaan terhadap Panglima TNI dan Pejabat Negara di Facebook.

"Saya telah memposting penghinaan terhadap Panglima TNI dan pejabat negara dan saya merasa bersalah dan menyesal, saya minta maaf pada panglima TNI dan pejabat negara dan tidak akan mengulangi, salahnya saya tidak baca lagi, langsung like dan share," kata IT saat ditemui di Mapolda Banten, Jumat (2/3/2018).

Ia menuturkan, sebelum dirinya ditangkap polisi, ia pernah tergabung dalam grup Facebook dan WhatsApp dengan nama CMA (Cyber Muslim Army), namun setelah dirinya ditahan, ia dikeluarkan dari grup tersebut.

"Dua bulan jadi anggota MCA dan dikeluarkan kembali, saya diundang digrup itu, tidak tau siapa yang ngundang, tahu-tahu masuk grup WA," terangnya.

Ia mengaku, dirinya tidak mengenal satu sama lain dengan orang-orang yang ada di dalam grup tersebut, bahkan menurutnya, ia juga tidak pernah menghiraukan bahasan yang ada di dalam grup itu.

"Saya tidak baca dan tidak memperhatikan, campuran (orangnya-red), tidak ada tokoh, saya juga tidak saling ketemu, cuma dua bulan, tidak tahu bulan apa, semua percakapan, saya abaikan karena saya tidak punya kepentingan, salahnya saya cuma di Facebook, langsung like dan share," terangnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim mengatakan, pihaknya menangkap IT, lantaran telah melakukan penghinaan terhadap Panglima TNI dan pejabat negara, namun kasus tersebut diselesaikan dengan restoratif judgtice atau perdamaian.

"Untuk kasus seperti ini, ada dua penyelesaian, pertama sampai proses persidangan, kedua restoratif judgtice atau apabila pelapor melakukan perdamaian atau mencabut laporannya, karena sudah ada mediasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kelompok MCA (Muslim Cyber Army) memiliki armada yang cukup besar di media sosial, bahkan anggota kelompok tersebut mencapai ratusan ribu yang tergabung dalam MCA United.

Meski demikian, Polisi telah menangkap sebanyak enam orang anggota kelompok Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup 'The Family MCA' di enam provinsi berbeda.

Mereka adalah ML (40), yang ditangkap di Jakarta Utara, RSD (35) ditangkap di Bangka Belitung, RA (39) ditangkap di Bali, dan YUS ditangkap di Jawa Barat.

Sementara, dua tersangka lainnya masih dalam proses pendataan identitas. Mereka ditangkap di Sulawesi Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. [ahi/red]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Penyebar Hoax Asal Kota Cilegon Pernah Gabung dengan MCA
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top