Sabtu, 22 Juli 2017 |
News Room- Kesehatan

Penyebab Kematian Terbesar Kedua di Indonesia, Perempuan Masih Abaikan Kanker Serviks

Selasa, 18 Jul 2017 | 14:48 WIB
Ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Perempuan mempunyai risiko terkena beragam penyakit kanker. Namun, beberapa tindakan kesehatan yang wajib dilakukan para perempuan sering diabaikan. Padahal, kanker yang menjadi penyebab kematian perempuan terbesar kedua di Indonesia ini sudah memiliki vaksin penangkal. 

Beragam upaya preventif untuk mengecek keberadaan kanker ini sejak dini juga sudah ada. Sayangnya, banyak perempuan masih abai terhadap informasi ini.

Berdasarkan data WHO penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia. Dimana kanker sebagai penyebab kematian nomor dua di dunia sebesar 13 persen setelah penyakit kardiovaskuler. Setiap tahun ada 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia. 

Menyikapi hal tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Kesehatan Cabang Serang menetapkan bulan deteksi dini kanker serviks bagi peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia mulai tanggal 13 Juli sampai 31 Juli 2017. Hal tersebut juga bagian dari acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke-49.

Kepala Cabang Serang, Sofyeni mengatakan, kegiatan deteksi dini melalui IVA/ Papsmear merupakan salah satu upaya unggulan BPJS Kesehatan untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS.

"Layanan ini dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku," kata Sofyeni saat ditemui usai melakukan pemeriksaan di Puskesmas Ciruas Kabupaten Serang, Selasa (18/7/2017).

Ia mengatakan, kanker serviks pada umumnya tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, dengan demikian, peserta sebaiknya melakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

"Kanker serviks baru terdeteksi pada stadium lanjut, proses pengobatan juga menjadi sulit dan biaya pengobatan pun mahal, tapi kalau dibanding kanker lain, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi dengan melakukan deteksi dini dan pemberian Vaksinasi," terangnya.

Ia mengimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini difasilitasi kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Pemeriksaan IVA/ Papsmear merupakan metode sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks ditingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjut (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara untuk rwat inap tingkat lanjut (RITL) tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar. [Red/Ahi]

Penulis: Red/ahi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Penyebab Kematian Terbesar Kedua di Indonesia, Perempuan Masih Abaikan Kanker Serviks VIA FACEBOOK
Penyebab Kematian Terbesar Kedua di Indonesia, Perempuan Masih Abaikan Kanker Serviks VIA DISQUS

BERITA TERKAIT

Dinsos
Top