Jumat, 10 April 2020 |
News Room - Banten Memilih

Penulis Buku ‘Politik Sambalado’ Kritik Pedas Acara Debat Calon Pilkada Banten

Kamis, 29 Des 2016 | 07:13 WIB Dibaca: 1805 Pengunjung

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten, Eko Supriatno, penulis buku 'Politik Sambalado'.*

SERANG, [NEWSmedia] - Acara debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 putaran pertama yang disiarkan langsung di stasiun televisi swasta Selasa (27/12/2016) malam, merupakan forum pertarungan ide dan gagasan dari masing-masing kandidat.

Namun, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten, Eko Supriatno menilai acara debat publik tersebut masih terlalu normatif. Menurutnya, paparan dan pandangan masing-masing calon terhadap materi yang disajikan, cenderung bersifat umum, bahkan beberapa yang abstrak.

Eko yang merupakan penulis buku ‘Politik Sambalado’ ini mengungkapkan, acara debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 tersebut terlihat kaku dan datar, karena moderator dan panelis dianggap kurang mampu mengeksplorasi dan mengupas dengan tajam pandangan dari masing-masing calon.

“Kondisi itu berdampak pada jawaban-jawaban calon yang terlalu normatif, abstrak, dan sangat umum. Sehingga debat publik tidak memiliki gereget. Padahal, tugas moderator dan tim pakar yang terlibat dalam persiapan debat adalah menyediakan pancingan pertanyaan yang tajam dan konkret,” ujar Eko.

Ia mengatakan, debat calon merupakan sarana pertarungan ide dan gagasan dari pasangan kandidat gubernur-wakil gubernur, mengenai program yang akan dijalankan jika menjalankan pemerintahan untuk lima tahun mendatang.

Debat publik tersebut, kata Eko, juga untuk menghasilkan pemilih yang lebih rasional saat memberikan suaranya pada hari pencoblosan, 15 Februari 2017 nanti. Muatan dalam debat harus memberikan kesempatan bagi pemilih untuk benar-benar membedakan antarkandidat berdasarkan isu yang penting.

“Bukan karena personality-based (sosok/figur calon), melainkan melihat issue-based votes/voters (pemahaman terhadap isu dan persoalan yang terjadi di masyarakat). Jadi pemilih akan lebih rasional saat memberikan suaranya, dan meyakinkan bahwa popularitas kandidat bukan satu-satunya dasar dalam penentuan pilihan. Pemilih harus mengetahui kualitas cagub dan cawagub dari debat itu,” terangnya.

Simak: Wahidin Halim dan Rano Karno Berdebat Soal Kasus Korupsi Bank Banten

Menurut Eko, debat publik ini dapat menggairahkan pesta demokrasi Pilkada Banten 2017 sehingga mengurangi apatisme warga terhadap proses, dan menekan angka golput.

“Sayangnya, para kandidat belum berhasil menghadirkan debat cerdas dan dialektis. Mereka berdua sering terjebak dalam retorika, serta membiarkan loose ends dan unanswered questions (tidak memberikan solusi dan tidak memberikan jawaban),” terangnya.

Eko berharap pada acara debat selanjutnya, para kandidat mampu menyampaikan gagasan-gagasan yang segar kepada publik terkait komitmen untuk membangun Banten yang lebih baik. “Semoga debat selanjutnya lebih energik, cantik, ideal, dan menggairahkan. Eksis di layar kaca dan panggung-panggung harus dimiliki oleh para kandidat,” ucapnya.

Baca juga: Tanggapan Cawagub Andika Hazrumy Terhadap Pelaksanaan Debat Calon

"Selain itu, masyarakat juga menunggu tokoh alternatif yang mampu memegang kendali Banten. Melalui debat inilah masyarakat bisa mengenal karakter, jiwa kepemimpinan, kapasitas, dan ide-ide kandidat," sambung Eko.

Diketahui, putaran pertama debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 mengangkat tiga masalah, yakni soal kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan pemberdayaan perempuan.

Untuk putaran kedua, debat calon akan berlangsung di studio tvOne pada 25 Januari 2017. Kemudian yang terakhir dilaksanakan di studio TVRI pada 9 Februari 2017. Semua acara ditayangkan secara langsung. [vredo]

Jangan lewatkan! Polling Calon Gubernur & Wakil Gubernur Banten Periode 2017-2022

Penulis: Vredo Putra
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Penulis Buku ‘Politik Sambalado’ Kritik Pedas Acara Debat Calon Pilkada Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top