Kamis, 13 Agustus 2020 |
News Room

Pengamat: Pemkab Serang Perlu Regulasi Makanan Khas Daerah

Kamis, 04 Mei 2017 | 14:03 WIB Dibaca: 1004 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Makanan khas Banten, terutama di Kabupaten Serang, keberadaannya perlu dipertahankan untuk menciptakan Serang sebagai daerah yang memiliki simbol kuliner khas daerahnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Kebudayaan Untirta, Diana Tustiantina, saat talkshow di Radio Gawe FM, Ciceri, Kota Serang, Rabu (3/5/2017) malam.

"Ada kuliner yang bersifat tahan lama, juga ada kuliner yang tidak tahan lama. Untuk kuliner yang tidak tahan lama seperti gembleng, bugis itu kueh kueh basahlah. Kemudian kalo untuk kueh yang tahan lama kaya kueh gipang, kueh satu, terus sate bandeng. Nah itu perlu dipertahankan," ujarnya.

Guna mempertahankan makanan khas daerah sendiri supaya tidak tergusur oleh makanan dari luar, Diana berharap agar Pemkab Serang dapat membuat regulasi atau aturan supaya setiap agenda pemerintahan dan lain sebagainya wajib menyuguhkan kuliner khas Serang.

"Kalo bisa, Pemkab Serang buat regulasi untuk setiap kegiatan kegiatan pemerintahan, perusahaan, dan hotel hotel. Jadi di kegiatan itu tersedia makan khas Serang. Dengan begitu, kuliner khas Serang akan bertahan," katanya.

Menurutnya, dengan dibuatkannya regulasi oleh pemerintah, selain kuliner Serang dapat bertahan, juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Kabupaten Serang.

"Para pelaku usaha di bidang makanan ataupun masyarakat umum, dipastikan akan lebih meningkat pendapatannya," katanya.

Dengan keluarnya aturan tentang makanan lokal daerah, para pelaku usaha besar seperti hotel, restauran, perusahaan dan pemerintah sendiri dipastikan tidak akan melanggar aturan tersebut, dan lebih mengutamakan makanan khas daerah dibanding makanan luar. [Ifal]

Penulis: Syahrifal Fahlevi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pengamat: Pemkab Serang Perlu Regulasi Makanan Khas Daerah

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top