Jumat, 26 April 2019 |
News Room

Penduduk Miskin di Ibu Kota Provinsi Banten Tidak Turun-Turun

Kamis, 28 Mar 2019 | 18:49 WIB Dibaca: 400 Pengunjung

Landmark Kota Serang. (Foto: serangkota.go.id)

SERANG, [NEWSmedia] - Angka kemiskinan di Kota Serang selama lima tahun terakhir nampaknya tidak mengalami penurunan, bahkan jumlah justru meningkat. Hal itu terbukti dari penerima program keluarga harapan (PKH) pada tahun 2019, jumlahnya mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Serang, pada tahun ini terdapat 9.603 warga Kota Serang yang akan menerima dana PKH. Jumlah ini tidak turun bahkan cenderung bertambah dari tahun sebelumnya.

Tidak adanya penurunan penerima dana PKH menjadi tolak ukur bahwa kemiskinan di Kota Serang juga tidak menurun.

“Tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2018, masih pada angka sembilan ribu penerima dana PKH,” kata Plt Dinas Sosial Kota Serang, Dinar saat ditemui dalam acara sosialisasi PKH di Gedung BWD Cahaya Jl. Ayip Usman, Cikepuh, Kota Serang, Kamis (28/3/2019).

Diketahui, berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin di Kota Serang selama lima tahun terakhir tidak menurun. Data terakhir yang dirilis BPS, jumlah penduduk miskin di daerah ibu kota Provinsi Banten itu pada periode 2017, mencapai 36,97 ribu jiwa atau 5,57 persen dari jumlah jumlah penduduk sebanyak 660 ribu jiwa.

Data 2017 itu lebih tinggi atau naik dari tahun 2016 yang berjumlah 36,40 ribu jiwa. Pada tahun 2015 jumlah penduduk miskin di Kota Serang mencapai angka paling tinggi yaitu 40,19 ribu jiwa atau mencapai 6,28 persen dari jumlah penduduk. Sementara pada tahun 2014, jumlah penduduk miskin sempat mencapai angka paling rendah yaitu 36,18 ribu jiwa.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Serang, Subadri Usuludin berharap pada tahun 2019 penerima manfaat PKH bisa tepat sasaran dan jumlahnya bisa berkurang.

“Saya ingin di tahun ini penerima dana PKH tepat sasaran semua dan adanya penurunan yang signifikan. Untuk itu, sosialisasi tentang program PKH ini untuk para penerima, agar tidak bergantung pada bantuan ini,” kata Subadri.

Diketahui, setiap kepala keluarga (KK) penerima PKH mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta sampai Rp7 juta yang disalurkan secara bertahap. Uang itu dipergunakan untuk kebutuhan pendidikan, ibu menyusui dan kebutuhan dasar lainnya seperti pengobatan. [adi]

Penulis: Muhammad Adi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Penduduk Miskin di Ibu Kota Provinsi Banten Tidak Turun-Turun
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top