Minggu, 17 Desember 2017 |
News Room - Peristiwa - Banten Memilih

Pendemo di Panwaslu Kota Tangerang: Janjinya Dibayar Rp250 Ribu Tapi Baru Dikasih Rp100 Ribu

Sabtu, 25 Feb 2017 | 20:29 WIB Dibaca: 8756 Pengunjung

Sopir angkutan yang membawa massa pendemo di kantor Panwaslu Kota Tangerang diinterogasi polisi, Sabtu (25/2/2017) siang.*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Petugas Polres Metro Tangerang menggagalkan sekelompok orang yang akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Panwaslu Kota Tangerang, Sabtu (25/2/2017). Kelompok yang menamai Gerakan Pemuda Tangerang (GPT) itu diduga massa yang dikerahkan oleh pihak pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

Informasi yang dihimpun, sebelum sampai di Kantor Panwaslu Kota Tangerang, Jl Kisamaun, kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, massa tersebut sempat datang ke Sekretariat Tim Pemenangan Rano-Embay di kawasan Modernland. Mereka berasal daerah Rajeg, Sepatan dan Teluknaga Kabupaten Tangerang.

Pengakuan salah seorang sopir yang membawa pendemo, sebelum ke lokasi yang dijadikan tempat demo, ia terlebih dulu bertemu dengan salah seorang di Sekretariat Pemenangan Rano-Embay di Kawasan Modernland untuk mengambil uang.

“Iya tadi sempat ke PDIP lewat Tangcity Mall. Janjinya dibayar Rp250 ribu tapi baru dikasih Rp100 ribu. Bilangnya untuk solar dulu,” kata sopir tersebut yang tidak ingin namanya ditulis media.

Diketahui, massa tersebut tiba di Kantor Panwaslu Kota Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut sopir tersebut, massa yang ia bawa berasal dari daerah Sepatan, Kabupaten Tangerang. Mereka diminta mendemo kantor Panwaslu Kota Tangerang dengan dijanjikan uang bayara.

Namun saat tiba di lokasi, ratusan polisi yang sudah berjaga sejak pagi langsung menghadang. Para pendemo pun diperiksa, termasuk kendaraannya. Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati mobil jazz yang membawa dua ban bekas dan dua bensin yang disimpan dalam botol.

Mobil itu ditumpangi dua orang yakni AS dan US yang menjadi sebagai koordinator aksi, Keduanya langsung diamankan polisi karena membawa barang yang dilarang dalam berdemonstrasi. Sementara massa yang diangkut menggunakan mobil Elf pun diminta membubarkan diri.

Bukannya pulang, para sopir Elf yang membawa massa malah berkumpul di GOR Kota Tangerang, Jl. A. Dimyati. Petugas kepolisian pun kembali menyatroni dan menginterogasi para sopir.

Angkutan yang membawa massa pendemo di kantor Panwaslu Kota Tangerang.

Kepada petugas, mereka mengaku disuruh berdemo oleh seseorang bernama Soang. “Saya mah hanya sopir, disuruh narik bawa orang, ya mau aja. Tapi awalnya nggak tahu kalau tujuannya ke sini (Panwaslu Kota Tangerang),” tutur salah seorang sopir.

Setelah diinterogasi, para sopir yang mengangkut massa diminta untuk pulang dan dikawal oleh petugas Satlantas Polres Metro Tangerang. Sementara dua orang koordinator AS dan US diamankan di Polres Metro Tangerang Kota untuk keterangan lebih lanjut.

Polisi juga mengamankan dua ban bekas dan dua botol berisi bensin yang disimpan di dalam mobil dua orang koordinator yang diamankan. “Kami lihat ada yang bawa bensin langsung diamankan dibawa ke polres,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Arnold, Sabtu (25/2/2017).

Arnold berharap, aksi massa yang ingin menyampaikan aspirasi agar tetap menjaga kondusivitas Kota Tangerang dan sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sebelumnya, pada Kamis (23/2/2017), massa pendukung Rano-Embay mendemo kantor KPU Kota Tangerang dan kantor Panwaslu Kota Tangerang. Mereka meminta proses pleno rekapitulasi suara Pilkada Banten dihentika. [uis]

Penulis: Uis Adi Darmawan
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pendemo di Panwaslu Kota Tangerang: Janjinya Dibayar Rp250 Ribu Tapi Baru Dikasih Rp100 Ribu
Top