Sabtu, 25 November 2017 |
News Room - News Adv

Pemprov Banten Dorong Keterlibatan Perempuan di Bidang Politik

Rabu, 15 Nov 2017 | 15:16 WIB Dibaca: 248 Pengunjung

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma'ani Nina.*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Provinsi Banten, Melaui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten mendorong kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam bidang politik.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma'ani Nina mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Pemilu yang menyebutkan, keterwakilan perempuan di bidang politik sebesar 30 persen, namun, saat ini keterwakilan perempuan di legislatif Provinsi Banten baru 18,33 persen.

"Hasil Pemilu tahun 2014, perempuan menduduki 16 kursi atau 18,33 persen dari 85 kursi yang tersedia, demikian halnya dengan anggota DPRD kabupaten/ kota di Provinsi Banten, rata-rata keterwakilannya berkisar dari delapan hingga 18 persen saja," ujar Nina saat ditemui di Gedung PKPRI Kota Serang, Rabu (15/11/2017).

Nina mengungkapkan, meski demikian, keterwakilan kaum perempuan dalam jabatan publik di Provinsi Banten sangat baik, hal tersebut bisa dilihat dari sejumlah kepala daerah dan pimpinan DPRD Provinsi Banten yang dipimpin oleh perempuan.

"Empat kepala daerah dari delapan kabupaten/ kota di Provinsi Banten dipimpin oleh kaum perempuan dan di  DPRD Banten, dari lima pimpinan, tiga diantaranya perempuan, tapi dari segi presentasi memang masih kurang, ini yang perlu ditingkatan," jelasnya.

Nina menjelaskan, kendala yang dihadapi dalam keterwakilan perempuan dalam bidang politik dikarenakan kaum hawa tersebut kurang mempunyai pemahaman yang baik dibidang politik dan kedua masih kurang percaya diri kaum perempuan karena dianggap bersaing dengan laki-laki, padahal menurutnya, suara perempuan di parlemen, akan menyuarakan pemenuhan hak-hak perempuan.

"Tinggal kita tingkatkan kemauan dan keterampilan dan keinginan dari kaum perempuan, kita berikan pemahaman materi-materi bagaimana kalau masuk parlemen dan bagaiman cara masuk parlemen, kita kerjasama dengan Kementerian PPA, karena Kementerian PPA yang mengurusi tentang keterwakilan perempuan di politik maupun di parlemen, karena mereka harus sudha siap di lapangan, itu yg harus diberikan rasa kepercayaan diri, keterampilan dan terakhir kita juga masukkan integritas," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Banten, Mufkhlihah mengatakan, kehadiran perempuan dalam politik menjadi penting untuk menyuarakan hak-hak perempuan. Bahkan, ia juga berharap di tahun politik yang akan datang, persentase keterwakilan perempuan dalam lembaga politik bisa meningkat

"Diharapkan ini di tahun politik nanti keterwakilan perempuan minamal naik, minimumnya 20 persen kita tidak muluk-muluk," kata Muflikhah.

Muflikhah juga menegaskan, kaum perempuan mempunyai kans untuk dipilih dan menjadi wakil di dunia politik, hal tersebut terbukti banyaknya kepala daerah di Banten yang dipimpin oleh perempuan, ia juga meminta kepada Parpol untuk tidak memposisikan rendah kaum perempuan.

"Perempuan jangan hanya jadi alat penderita pelengkap untuk mencapai 30 persen keterwakilan saja, tapi juga kita harus merebut banyak simpati, kita juga harus meningkatkan kemapuan secara akademisi dan kepribadian, dan para suami memberikan kesempatan untuk para istri berkiprah di bidang politik," pungkasnya. [Adv]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Sabtu, 25 Nov 2017 | 07:02 WIB
HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram
Jumat, 24 Nov 2017 | 07:03 WIB
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram

KOMENTAR

Pemprov Banten Dorong Keterlibatan Perempuan di Bidang Politik
Top