Jumat, 22 September 2017 |
News Room - Pemerintahan

Wagub Banten Minta FKUB Pantau Konten Intoleransi di Medsos

Kamis, 27 Jul 2017 | 14:29 WIB Dibaca: 321 Pengunjung

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam acara rapat koordinasi daerah FKUB Provinsi Banten di Hotel Le Dian, Kota Serang, Kamis (27/7/2017)

SERANG, [NEWSmedia] – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menyebutkan, kerukunan antar umat beragama dan persoalan intoleransi menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten. Untuk itu, Andika mengajak forum kerukuan umat beragama (FKUB) Provinsi Banten untuk bersinergi menangani hal tersebut.

“Masalah kerukunan antar umat beragama ini persoalan serius. Ini adalah dasar dari dapat dijalankannya kehidupan bernegara yang kita inginkan, yaitu terwujudnya kehidupan di masyarakat yang makmur, adil, sentosa, aman tentram dan sejahtera,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy usai menghadiri acara rapat koordinasi daerah FKUB Provinsi Banten di Hotel Le Dian, Kota Serang, Kamis (27/7/2017).

Atas pemahaman pentingnya kerukunan antar umat beragama tersebut, kata Andika, Pemprov Banten serius ingin agar FKUB sebagai wadah komunikasi antar umat beragama di Banten bisa melakukan langkah-langkah dalam mewujudkan toleransi tersebut. 

Selain hal itu, untuk melakukan pencegahan di kalangan masyarakat yang banyak berinteraksi dengan media sosial, Pemprov Banten melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik, mengajak FKUB Banten untuk melakukan upaya-upaya seperti media literasi atau pengawasan terhadap konten-konten intoleransi yang banyak beredar di medsos.

“Harus diakui jika saat ini ujaran-ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax banyak menjadi pemantik terjadinya tindakan dan pemikiran intoleransi. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman agar tidak termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” kata Andika.

Menanggapi ajakan tersebut, Koordinator FKUB Banten Suparman Usman mengaku menyambut baik itikad baik pemprov. Dia berjanji, pihaknya akan menindaklanjuti ajakan tersebut. 

“Kami sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Wagub. Tentu saja kami senang dengan ajakan ini. Dan kami akan tindaklanjuti,” kata Suparman.

Lebih jauh Suparman mengatakan, langkah-langkah antisipasi dimaksud mendesak untuk dilakukan meski saat ini tingkat toleransi umat beragama di Banten relative masih tinggi. Suparman menyebut, dalam catatan pihaknya, sejauh ini ada sejumlah kasus intoleransi di Banten yang berhasil diatasi. 

Kasus-kasus tersebut diantaranya adalah pembangunan Gereja Bethel Indonesia di Kota Serang, kegiatan pendidikan agama Kristen di Ciruas (Kabupaten Serang), pelaksanaan peribadatan umat Kristen di Karang Tanjung (Pandeglang), dan pelaksanaan peribadatan umat Kristen di Bojonegara (kabupaten Serang). 

“Terakhir juga ada kasus pelaksanaan peribadatan di Kota Cilegon. Tapi semuanya sudah berhasil kita atasi,” imbuhnya. [Red]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Wagub Banten Minta FKUB Pantau Konten Intoleransi di Medsos

BERITA TERKAIT

Top