Kamis, 09 Juli 2020 |
News Room

Pemkot Tangerang Klaim Telah Vaksinasi 20 Ribu Anak

Rabu, 13 Des 2017 | 19:27 WIB Dibaca: 522 Pengunjung

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat berkunjung ke SDN Sudimara 4 Kota Tangerang, salah satu lokasi pelaksanaan Vaksinasi Difteri, Rabu (13/12/2017).*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Sebanyak 20 ribu anak, dari sekolah dasar (SD) sampai tingkat SMA di Kota Tangerang telah melaksanakan Vaksinasi Difteri secara berkala di seluruh wilayah tersebut.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, terhitung sejak Senin (11/12/2017), pihaknya telah melaksanakan vaksinasi Difteri  sebagai bagian untuk mencegah penyebaran virus di Kota Tangerang.

"Targetnya itu 618 ribu, selama tiga hari pelaksanaan dari Senin kemarin sudah ada sekitar 20 ribu anak yang sudah divaksin," kata Arief saat berkunjung  ke SDN Sudimara 4 Kota Tangerang, salah satu lokasi pelaksanaan Vaksinasi Difteri, Rabu (13/12/2017).

Ia menghimbau kepada masyarakat, terutama anak-anak SD sampai SMA untuk bisa mengikuti program vaksinasi tersebut melalui sekolah, Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Tangerang.

"Semoga langkah preventif dengan vaksinasi dan hidup sehat dapat membuat anak-anak Kota Tangerang terbebas dari virus difteri, (karena) mencegah lebih baik dari mengobati," terangnya.

BACA JUGA: Banten Darurat Difteri, Bupati/ Wali Kota Diminta Keluarkan SK KLB

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bisa lebih responsif dan melaporkan jika ada warga yang terkena gejala difteri.

"Lapor saja, bisa ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit," pungkasnya.

Untuk diketahui, Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menular, yakni melalui droplet (partikel air kecil yang dihasilkan ketika orang batuk atau bersin). Penularan tidak hanya dari si pasien saja, namun juga dari karier (pembawa) baik anak maupun dewasa yang tampak sehat kepada orang-orang di sekitarnya.

Gejala awal difteri menyerupai gejala flu, dimulai demam ringan dan sakit tenggorokan. Kemudian juga menggigil, pembengkakan di leher dan hidung.

Sementara, pada kasus yang sudah parah, terbentuk membran pseudo atau lapisan tebal di belakang tenggorokan yang mungkin meluas ke saluran napas sehingga menyebabkan sulit bernapas dan menelan. Bagian tubuh lain seperti hidung, laring, mata, vagina, dan kulit juga bisa terkena. Difteri memiliki masa inkubasi singkat yakni 2-5 hari dengan kisaran 1-10 hari. [hms]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pemkot Tangerang Klaim Telah Vaksinasi 20 Ribu Anak
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top