Minggu, 25 Oktober 2020 |
News Room - Ekonomi

Pemerintah Tak Mau 'Ngoyo' Tekan Harga Cabai yang Meroket

Sabtu, 11 Feb 2017 | 07:00 WIB Dibaca: 796 Pengunjung

Pedagang cabai rawit di pasar tradisional.*

[NEWSmedia] - Pemerintah menyatakan tidak akan menurunkan harga cabai dalam waktu dekat. Padahal, hingga hari ini, harga cabai rawit di pasaran diperkirakan mencapai Rp140 ribu per kilogram.

Anehnya, Badan Pusat Statisik (BPS) mengklaim, per Desember 2016, rata-rata harga cabai rawit merah di Indonesia hanya sebesar Rp72.822 per kilogram (kg).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, keputusan dan sikap pemerintah untuk tidak mengintervensi harga cabai dilakukan demi menjaga kesejahteraan petani.

"Lebih kasihan lagi petaninya kalau dibikin harga turun, karena produksi dia rusak," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (10/2).

Darmin menegaskan, tingginya harga cabai disebabkan musim hujan yang merusak tanaman, dan hal itu dinilai lumrah. Ia menyatakan kejadian serupa juga terjadi di negara lain. Menurutnya, dinamika ini tidak dapat diubah.

"Menanam cabai di musim hujan apalagi ada hama, itu tidak bisa diapa-apakan. Semua negara begitu. Cek negara lain stabil tidak? Tidak ada yg stabil," tutur mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Oleh sebab itu, pemerintah juga tidak akan mengimpor cabai demi menekan harga. Darmin mengusulkan masyarakat mulai mengonsumsi cabai olahan bagi rumah tangga dalam menyikapi tingginya harga cabai segar.

"Memang harus mulai meyakinkan rumah tangga kita agar tidak harus cabe segar. Bisa dari produk pengolahan sederhana," ucapnya. [Cnn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Pemerintah Tak Mau 'Ngoyo' Tekan Harga Cabai yang Meroket

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top