Selasa, 26 Januari 2021 |
News Room

Pemerintah Harus Antisipasi Ledakan Pengangguran Pasca-Pulangnya 34 Ribu TKI

Selasa, 12 Mei 2020 | 18:17 WIB Dibaca: 474 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Pemerintah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan pengangguran pasca-pulangnya 34 ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada Mei-Juni 2020. Para TKI itu pulang karena sudah tak memiliki pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai, ledakan pengangguran bisa saja terjadi, mengingat saat ini saja sudah ada 1,7 juta orang yang kehilangan pekerjaan di Indonesia karena dipecat dan dirumahkan oleh perusahaan yang terdampak corona.

"Jumlahnya ini akan menambah pengangguran di Indonesia, maka pemerintah perlu betul-betul menyiapkan skema khusus untuk mereka yang menjadi korban PHK atau putus kontrak" kata Saleh.

Menurutnya, kepulangan 34 ribu TKI itu jangan menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat sekitar, karena tak ada pekerjaan. “Karena itu kita khawatirkan akan berdampak pada sosial," ujar politikus PAN.

Selain antisipasi ledakan pengangguran, kepulangan para TKI tersebut juga diminta agar diawasi ketat jangan sampai memperluas sebaran Covid-19, karena mereka banyak yang berasal dari negara-negara dengan kasus corona yang tinggi.

"Kita mendorong pada pemerintah untuk menyiapkan protokol kesehatan pada mereka yang akan datang ke Indonesia. Misalnya, mereka harus diuji, dites, melakukan tes yang standar sesuai WHO. Dengan begitu kita akan bisa mengklasifikasi mana yang betul-betul sehat, mana yang harus diisolasi," beber Saleh.

"Nah, mereka yang tiba di Indonesia meskipun sudah dites ternyata sehat, meski perlu dilakukan karantina rumah selama 14 hari. Nah itu harus dipastikan pemerintah bahwa itu berjalan dengan benar," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengungkapkan, sebanyak 34.300 TKI bakal pulang ke Indonesia pada Mei hingga Juni 2020 dampak dari Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia.

"Sebanyak 34.300 PMI akan kembali ke tanah air, karena berakhir masa kontrak kerja di 54 negara penempatan," ujar Kepala BP2MI, Benny Ramdhani Sabtu, 9 Mei 2020.

Benny merincikan, dari jumlah 34.300, sebanyak 13.074 pekerja migran tersebut berasal Malaysia, 11.359 dari Hongkong. Kemudian, 3.688 pekerja migran dari Taiwan, 2.611 dari Singapura, 800 dari Arab Saudi, 770 dari Brunei Darussalam dan 325 pekerja dari Korea Selatan.

Selanjutnya, ada juga 304 pekerja migran dari Kuwait, 219 dari Italia, 173 dari Oman, serta ratusan pekerja lainnya bakal pulang kampunh dari negara-negara lainnya yang totalnya ada 34.300. Mereka akan pulang ke daerah asalnya masing-masing. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pemerintah Harus Antisipasi Ledakan Pengangguran Pasca-Pulangnya 34 Ribu TKI

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top