Selasa, 19 November 2019 |
News Room - Pemerintahan

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf dan Pertaruhan Citra Indonesia di Mata Dunia

Jumat, 18 Okt 2019 | 12:42 WIB Dibaca: 179 Pengunjung

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin .*

[NEWSmedia] - Hanya tinggal menghitung hari, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan diambil sumpahnya untuk memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan. Mata dunia akan tertuju ke Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta yang menjadi venue pelantikan sang pemimpin petahana bersama wakil barunya itu.

Sederet persiapan pun dilakukan, mulai dari bersoleknya gedung parlemen, pengamanan ekstra ketat hingga para relawan pendukung dari berbagai daerah yang siap menyambut kedua pemimpin itu di Istana Negara pasca-dilantik.

Tak banyak yang diserukan Jokowi menyongsong hari pelantikannya bersama Ma'ruf Amin. Ia hanya ingin penyelenggaraan seremoni pelantikan itu berlangsung secara sederhana, namun tanpa mengurangi esensi dari acara pelantikan presiden dan wakil presiden itu sendiri.

"Saya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kehikmatan dan keagungan acara itu, saya rasa itu yang kami sampaikan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu 16 Oktober 2019.

Kepala Negara bahkan mempersilakan bila elemen relawan pendukungnya di Pilpres 2019 lalu hendak menggelar syukuran untuk merayakan pelantikan Jokowi-Ma'ruf. "Ya, kalau mau syukuran juga tidak apa-apa, kan syukur," katanya menambahkan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku belum mengetahui rencana arak-arakan dirinya setelah dilakukan pelantikan di Gedung MPR/DPR. Namun, ia tidak mempersoalkan soal rencana yang akan dilakukan para relawannya.

"Kalau mau arak-arakan juga enggak apa-apa, ada arak-arakan," kata dia.

Karnaval Budaya Batal Digelar

Pelaksanaan syukuran inaugurasi dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 yang di dalamnya terdapat karnaval budaya penyambutan Presiden Jokowi akhirnya dibatalkan.

Mulanya, karnaval budaya akan disiapkan untuk penyambutan Jokowi-Ma'ruf dari bundaran Patung Kuda hingga Istana setelah pelantikan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Jokowi mengapresiasi upaya relawan dan masyarakat yang berencana mengadakan syukuran inaugurasi pelantikan. Namun, Jokowi menginginkan acara tersebut dilaksanakan secara sederhana.

"Pak Presiden menginginkan acara itu dilaksanakan secara sederhana, khidmat, dan agung dilakukan di Gedung MPR. Tetapi juga sebuah pesan kuat yang disampaikan, Presiden ingin acara yang diminta teman-teman (relawan) tidak dilaksanakan secara berlebihan," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019.

Jokowi kata dia, ingin segera bekerja, sehingga tidak perlu ada kesenangan yang berlebihan. "Tak perlu ada euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat," kata dia.

Pada dasarnya lanjut Moeldoko, Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya relawan dan segenap komponen masyarakat untuk mengadakan syukuran, mulai karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar.

"Supaya jangan sampai nanti ada diskusi berkepanjangan. Saya ajak teman-teman relawan bisa memahami. Intinya Bapak Presiden mau kerja saja," tandasnya. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf dan Pertaruhan Citra Indonesia di Mata Dunia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top