Selasa, 22 September 2020 |
News Room

Pasca-Tragedi Susur Sungai, DPR Minta Sekolah Pertimbangkan Risiko Kegiatan

Selasa, 25 Feb 2020 | 17:32 WIB Dibaca: 306 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Timbulnya korban jiwa dalam kegiatan susur sungai siswa SMP Negeri I Turi, Sleman, Yogyakarta mendatangkan keprihatinan banyak kalangan.

Komisi X DPR yang membidangi pendidikan pun meminta sekolah berhati-hati sebelum memutuskan kegiatan luar ruang ruang mengingat tingginya ancaman bencana hidrometeorologi dalam beberapa bulan terakhir.

“Berdasarkan prediksi BMKG bulan-bulan ini ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, longsor, banjir hingga angin kencang akan meningkat. Manajemen sekolah harusnya benar-benar mempertimbangkan segala risiko yang akan dihadapi sebelum memutuskan mengadakan kegiatan luar ruang,” kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kepada Okezone di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Huda menekankan, sejak BMKG dari awal telah memberikan peringatan akan tingginya potensi bencana hidrometeorologi akibat adanya cuaca esktrem.

Bahkan, BMKG Yogyakarta juga telah mengeluarkan peringatan tingginya potensi hujan yang bisa mengakibatkan banjar bandang, tanah longsor, hingga angin kencang.

Sejatinya peringatan ini diperhatikan semua kalangan terutama penyelenggara pendidikan dalam menyusun program kegiatan sehingga tidak membahayakan peserta didik.

“Kita selama ini sering mengabaikan peringatan-peringatan dari BMKG tentang potensi bencana. Padahal, itu bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kegiatan dan perjalanan,” ujar Huda.

Selain itu, politikus PKB ini meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) aktif memberikan peringatan bagi sekolah yang hendak menyelenggarakan kegiatan luar ruang dalam musim penghujan ini.

Peringatan tersebut bisa menjadi patokan bagi sekolah jika tetap mengadakan kegiatan luar ruang. “Kalau perlu Kemendikbud bisa memberikan alternative kegiatan bagi sekolah sehingga tidak perlu mengadakan kegiatan luar ruang untuk sementara waktu hingga kondisi cuaca benar-benar stabil,” tutup dia.

Seperti diketahui, kejadian susur sungai yang menyebabkan 10 orang siswa tewas tersebut dilakukan dalam kegiatan Pramuka pada Jumat 21 Februari 2020. Pada saat itu, banjir di Sungai Sempor terjadi cukup cepat, beberapa siswa yang sedang mengikuti kegiatan tersebut hanyut terbawa arus sungai yang deras.

Setelah kejadian itu, aparat Polda DIY telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Salah satunya pembina Pramuka SMPN 1 Turi berinisial IYA. Tersangka IYA yang belakangan diketahui sebagai guru olahraga dituduh lalai hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pasca-Tragedi Susur Sungai, DPR Minta Sekolah Pertimbangkan Risiko Kegiatan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top