Sabtu, 17 November 2018 |
News Room - News Gallery

Pasca Pembakaran Bendera Tuhid, MUI Minta Ormas Islam dan Ulama Dinginkan Suasana 

Rabu, 24 Okt 2018 | 11:00 WIB Dibaca: 71 Pengunjung

Sekjen MUI, KH Anwar Abbas.*

[NEWSmedia] - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta ulama dan santri untuk menenangkan respons masyarakat buntut peristiwa pembakaran bendera kalimat tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) di Garut.

"MUI merasa prihatin dan menyesalkan hal itu, dengan adanya pembakaran bendera yang betul kalimat tauhid, menimbulkan kegaduhan di kalangan umat Islam. MUI minta kepada ormas Islam, para ulama, dan kiai supaya ikut mendinginkan suasana," kata Sekjen MUI, KH Anwar Abbas.

Anwar juga meminta pelaku pembakaran bendera yang kalimatnya diagungkan oleh kaum muslimin dan muslimat itu segera meminta maaf secara terbuka. Hal itu karena ulahnya menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"MUI minta kepada yang melakukan tindakan tersebut agar meminta maaf dan akui kesalahannya secara terbuka kepada umat islam. Karena kesalahan dia membuat gaduh," ucapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat hukum. Selain itu, MUI ingin aparat segera menangani kasus ini untuk meredakan ketegangan di masyarakat.

"Setelah itu MUI mengimbau kepada semua pihak untuk menyerahkan persoalan ini ke aparat penegak hukum. Polisi juga diminta untuk menangani secara cepat biar masyarakat tenang," tutupnya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 02.05 menit di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat ada seseorang berbaju Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Belasan orang diduga anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pasca Pembakaran Bendera Tuhid, MUI Minta Ormas Islam dan Ulama Dinginkan Suasana 
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top