Senin, 14 Juni 2021 |
News Room - Pemerintahan

Terkait Kasus Korupsi Masker, 20 Pejabat Dinkes Banten Mengundurkan Diri

Senin, 31 Mei 2021 | 14:45 WIB Dibaca: 709 Pengunjung

DInas Kesehatan Provinsi Banten.*

SERANG, [NEWSmedia] - Sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten dikabarkan mengundurkan diri.

Hal itu diketahui setelah beredarnya surat pengunduran diri yang ditandatangani oleh 20 pejabat eselon III dan IV Dinkes Pemrov Banten.

Surat pengunduran diri tersebut ditujukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

Sedikitnya ada dua poin yang mereka nyatakan dalam surat tersebut sebagai alasan pengunduran diri mereka.

"Selama ini kami bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan yang dilakukan penuh tekanan dan intimidasi. Kondisi tersebut membuat kami bekerja tidak nyaman dan penuh ketakutan," tulis surat tersebut.

Alasan kedua yakni menyoal LS, salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinkes Provinsi Banten yang telah ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan masker.

"Dengan kondisi penetapan tersebut, kami merasa kecewa dan bersedih karena tidak ada upaya perlindungam dari pimpinan," sambung pernyataan surat pengunduran diri tersebut.

Atas dua alasan itulah, 20 pejabat eselon III dan IV Dinkes Provinsi Banten menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

"Sehubungan dengan kondisi tersebut, dengan bulat kami menyatakan sikap, 'menyatakan mengundurkan diri sebagai pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten," tutup surat itu.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin membenarkan hal tersebut, bahkan ia telah menerima surat itu pada hari ini, Senin 31 Mei 2021. 

"Sudah saya terima hari ini," kata Komarudin dikutip dari serangnews.pikiran-rakyat.com, Senin (31/5/2021).

Komarudin mengatakan, mundurnya seorang ASN dari jabatannya merupakan hak pribadi, namun ada proses yang harus dilalui sesuai prosedur yang berlaku.

"Kalau mundur dari jabatan atau ASN itu hak ASN pribadinya. Sama dengan seseorang mau mendaftar ASN. Ini perlu proses," ujarnya.

Ia juga mengaku, pihaknya akan melakukan klafirikasi kepada yang bersangkutan.

"Ketika orang mengundurkan diri seperti ini, kita nanti akan lakukan klarifikasi. Jadi tim penilai kinerja yang ketuanya Pak Sekda, Asda III dan BKD akan melakulan klarifikasi, betul ini mengundurkan dirinya, motifnya apa. Kemudian juga kita jelaskan dampaknya," ujarnya.

Untuk diketahui, sebelum adanya pengunduran diri, Kejati Banten telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Lingkungan Dinkes Pemprov Banten senilai Rp1,6 miliar dari total proyek senilai Rp3,3 miliar.

Sudah ada tiga tersangka dalam kasus tersebut. Satu orang merupakan PPK Dinkes Banten dan dua orang selaku pihak ketiga penyedia masker. [ahi]

Penulis: Ahi/red
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Terkait Kasus Korupsi Masker, 20 Pejabat Dinkes Banten Mengundurkan Diri
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top