Jumat, 10 April 2020 |
News Room - Peristiwa - Hukum

Pasangan Suami Istri Pelaku Pencurian Kendaraan Mewah di Banten Diciduk

Selasa, 23 Mei 2017 | 19:40 WIB Dibaca: 1213 Pengunjung

pelaku pencurian kendaraan mewah di tangkap Ditreskrimum Polda Banten, Selasa (23/5/2017)

SERANG, [NEWSmedia] – Pasangan suami istri berinisial R dan S serta seorang rekannya yang berinisial D, diciduk team Resmob Ditreskrimsum Polda Banten, karena kedapatan melakukan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Aldrin Hutabarat menjelaskan, penangkapan R, S, dan D berawal dari laporan adanya tindak pidana curanmor roda empat merk Nissan March sertan satu unit roda dua Yamaha Fino dan handphone merk Oppo Neo 7 milik warga Kampung Walangsanga, Desa Dalambalar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

Setelah team Resmob Ditreskrimsum Polda Banten mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan, petugas melacak nomor imei dari handphone milik korban yang hilang.

“Pada hari Rabu 3 Mei 2017, team Resmob Diterskrimum Polda Banten sekitar jam 23:00 WIB berhasil melakukan penangkapan tersangka R dan S di salah satu tempat hiburan di Kota Cilegon,” ujar Aldrin, kepada awak media saat ekspose penangkapan pelaku curanmor di Markas Polda Banten, Selasa (23/5/2017).

Kemudian, team melakukan interogasi terhadap keduanya dan diperoleh nama pelaku lainnya. Pada Kamis (4/5), sekitar jam 10:00, team berhasil menangkap DS yang berperan sebagai penadah di Kabupaten Cirebon, dan beberapa saat kemudian berhasil menangkap tersangka D. Untuk tersangka I sampai saat ini masih DPO.

Menurut pengakuan tersangka R, mereka telah melakukan pencurian kendaraan sebanyak lima kali.

“Sudah lima mobil hasil curian, ada Brio, Mobilio, Alphard, ada juga Jazz, semuanya dijual di Cirebon,” ujar R kepada awak media saat ekspose penangkapan pelaku curanmor di Markas Polda Banten, Selasa (23/5).

R dan S menjual mobil yang memiliki harga bandrol ratusan juta rupiah (harga bekas) tersebut senilai Rp30 juta bukan tanpa alasan. Alasan palsu yaitu kebutuhan keluarga, alasan aslinya adalah mobil mewah tersebut merupakan hasil curian.

Dalam mematok harga mobil hasil curian di sejumlah daerah di Provinsi Banten tersebut, R selalu memberikan harga yang sangat murah, dimulai dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta. Tentu hal tersebut dilakukannya agar mobil hasil jarahan tersebut cepat terjual.

“Uangnya untuk keperluan aja, kan ada anak dua, yang satu masih SMP, yang satu masih satu tahun. Semuanya tinggal sama neneknya di Cianjur,” tutur R sambil tertunduk.

Terkait keterlibatan istrinya. R bercerita, sang istri, S, diajaknya melakukan aksi melanggar hukum tersebut pada 2016 lalu. R mengaku lupa persis bulan dan hari dirinya bersama sang istri dibantu dengan dua temannya yaitu D dan I beraksi.

R mengaku sudah bertahun-tahun menggeluti pekerjaan haram tersebut bersama dua kawannya, sejak sebelum R menikahi S satu tahun setengah yang lalu.

Bersama penangkapan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya, satu unit handphone Oppo, satu buah obeng, satu buah tangga, satu unit mobil Honda Jazz, satu unit Honda Brio, satu unit Suzuki Swift, satu unit March, dan satu unit sepeda motor Yamaha Fino.

Para pelaku akan dijerat dengan pasal 363 ayat 910 ke 3e, 4e dan 5e, KUHPidana atau 363 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara, dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman empat tahun penjara. [Red]

Penulis: Red
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Pasangan Suami Istri Pelaku Pencurian Kendaraan Mewah di Banten Diciduk
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top